Jakarta – Capres 01 Jokowi bernostalgia saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta dalam kampanye terbuka di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Jokowi mengaku selalu ingat dengan perjuangan pendukungnya saat berlaga di Pilgub DKI Jakarta 2012 silam. Ia membantah telah melupakan perjuangan pendukungnya.

Jokowi Apresiasi Kerukunan Warga DKI

“Ini di sini saya ingat kawan-kawan saya dulu saat pilihan Gubernur (DKI) semuanya ada tahu, tahu, kita tahu. Ingat semuanya, ingat. Jangan ada yang kepikiran saya tidak ingat. Saya ingat,” ucap Jokowi di lokasi pada Rabu (10/4/2019).

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi kerukunan warga Jakarta di tengah perbedaan agama hingga budaya yang dimiliki. Ia ingin agar kerukunan itu dapat terjadi di seluruh Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena seluruh masyarakat terus merawat terus memelihara persatuan persaudaraan meskipun kita berbeda suku agama, adat dan budaya. Saya sangat menghargai kehidupan di DKI beda budaya berjalan beriringan. Inilah sebetulnya negara Indonesia yang kita inginkan,” jelasnya.

Jokowi menuturkan, pernah mengeluarkan pergub bagi ASN Pemprov DKI agar menggunakan baju khas Betawi di hari Jumat.

Ia mengatakan, kebijakan itu diterapkan untuk menjaga budaya asli Jakarta di tengah arus modernisasi yang terjadi di ibu kota.

“Alhamdulliah masih dipakai terus sekarang enggak tau masih hari Jumat atau sudah pindah harinya. Kenapa saat itu kita keluarkan PNS kita birokrasi kita memakai pakaian sadariah? Karena kita ingin budaya Betawi di tengah modernisasi Jakarta tetap kita rawat dan jaga,” pungkas Jokowi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)