Jakarta – Rencananya, film Joker baru akan ditayangkan di sejumlah negara pada 3 Oktober 2019 dan di Amerika Serikat sehari kemudian. Akan tetapi, film yang dibintangi oleh aktor Joaquin Phoenix tersebut telah mendapat banyak sanjungan dari sejumlah kritikus film. Tak hanya itu, hingga Selasa (03/09/2019) ini film Joker telah mendapat rating 89 persen di situs tinjauan sinema Rotten Tomatoes.

Meski baru dirilis secara komersial pada bulan depan, namun film tersebut sudah ditayangkan dalam acara Venice Film Festival di Italia pada Sabtu (30/08/2019) lalu. Para kritikus film memberi pujian terhadap film besutan Todd Phillips tersebut sebagai film dengan plot yang gelap, menegangkan, hingga mampu menyelami jalan pikiran karakter yang mengidap penyakit mental.

Owen Gleiberman, kritikus film untuk Variety, memandang bahwa film Joker mampu menyuguhkan kisah asal-muasal dari lawan pahlawan super Batman seolah-olah belum ada film yang menceritakan kisah serupa. Padahal, karakter Joker acap kali muncul di sejumlah film Batman.

“Kami merasakan sensasi yang gila ketika Arthur, setelah keluar dari emosinya, muncul dengan rias yang urakan dengan rambut hijau, rompi oranye dan setelan jas berwarna merah,” tulis Gleiberman dalam sebuah artikel di Variety.

Sementara itu, Davie Erlich dari IndieWire mengatakan bahwa film Joker merupakan sebuah penemuan kembali dalam genre film pahlawan super setelah trilogi The Dark Knight (2005-2012). Diketahui bahwa trilogi film yang disutradarai oleh Christoper Nolan tersebut mengisahkan tentang Batman. Trilogi itu disebut-sebut telah memberikan standar tinggi bagi film-film bergenre superhero.

Kritikus lainnya, Sean Gerber, mengaku tertarik dengan aspek karakter Joker. Menurutnya, Joaquin Phoenix dalam film tersebut berhasil menyuguhkan sebuah studi karakter Joker yang menakutkan.

“Joaquin Phoenix akan menghantui kalian dengan penampilannya selama bertahun-tahun, membuat kalian melihat dan merasakan kegelapan dalam film Joker dari kepala sampai kaki,” ujar Gerber. (Elhas-harianindo.com)