Home > Ragam Berita > Skandal Korupsi Guncang Pemerintah Malaysia

Skandal Korupsi Guncang Pemerintah Malaysia

Skandal Korupsi Guncang Pemerintah MalaysiaKuala Lumpur – Pemerintah Malaysia tengah diguncang isu mengenai skandal korupsi yang terbesar dalam sejarah bangsa tersebut. Nilai korupsi tersebut diperkirakan mencapai 41, 9 miliar Ringgit Malaysia (RM), atau sekitar Rp 148 triliun.

Jumlah korupsi tersebut jauh lebih besar bila dibandingkan dengan skandal Bank Century yang sempat menggemparkan Indonesia, yang nilainya mencapai Rp 6,7 triliun. Otoritas Malaysia saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan investigasi, karena skandal ini diduga juga melibatkan pejabat-pejabat tinggi di pemerintahan.

Sebagaimana dilansir dari Malaysian Insider (Rabu, 17/6/2015), skandal ini dimulai ketika badan investasi bernama 1 Malaysia Development Berhard (1 MDB) menyetujui sebuaha pinjaman untuk investasi sebesar USD 1,9 miliar kepada perusahaan Petro Saudi International. Perusahaan ini merupakan milik keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Aliran dana yang demikian besar tersebut tidak disertai dengan transparansi kepada publik. Pemerintah Malaysia pun dinilai menutup-nutupi transaksi tersebut.

Sentimen negatif pun bermunculan dalam masyarakat Malaysia, salah satunya dari mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahatir Muhamad. Dirinya mengaku kesal terhadap PM Malaysia saat ini, Najib Razak, dan bahkan menuduh Razak terlibat dalam kasus 1 MDB tersebut.

Selain itu, kubu oposisi pemerintah juga menunjukkan sikap yang kurang lebih sama dengan Mahatir Muhamad. Pihak oposisi masih terus mempermasalahkan aliran dana dari 1 MDB kepada Petro Saudi International tersebut. Mereka menghendaki keterangan yang sejelas-jelasnya dari Pemerintah Malaysia terkait isu ini. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Anggita Bersaksi Pernah Diberi Mobil dan Uang Oleh Patrialis Akbar

Anggita Bersaksi Pernah Diberi Mobil dan Uang Oleh Patrialis Akbar

Jakarta – Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/7/2017), Anggita Ekaputri mengaku pernah diberi ...