Home > Ragam Berita > MK Ijinkan Politik Dinasti

MK Ijinkan Politik Dinasti

MK Ijinkan Politik DinastiJakarta – Lembaga konstitusi tertinggi di Indonesia, Mahkamah Konstitusi, sepertinya “menghalalkan” politik dinasti setelah mengabulkan permohonan uji materi yang diajukan oleh anggota DPRD dari Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan.

Adnan mengajukan uji materi terhadap Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

Dengan dikabulkannya permohonan tersebut berarti MK menghapus pembatasan keikutsertaan keluarga Kepala Daerah yang saat ini menjabat (incumbent) dalam Pilkada.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menanggapi keputusan MK tersebut adalah tidak tepat karena justru akan berpotensi menimbulkan korupsi yang semakin tidak terkontrol dan kekebalan terhadap koruptor berkaitan dengan keluarga yang sedang berkuasa.

Menurut Ray, Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada tersebut bukan untuk membatasi hak seseorang untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah, namun mengatur hak-hak tersebut.

“Jadi, argumen mereka yang dipakai untuk membolehkan itu semata-mata didasari pandangan konsitutisi semata bukan fakta di lapangan, bukan dengan argumen sosiologis dan demokrasinya. Bahwa demokrasi itu butuh kebebasan memang final, tetapi demokrasi juga memberi batasan,” pungkas Ray, seperti dikutip dari okezone.com, Jumat (10/7/2015). (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Butuh Waktu Untuk Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

Polisi Butuh Waktu Untuk Ungkap Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

Jakarta – Hingga kini tinggal dua jenazah korban ledakan di Terminal Kampung Melayu yang masih ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis