Home > Ragam Berita > Bom Bangkok, Bisa Jadi Ada Campur Tangan ISIS

Bom Bangkok, Bisa Jadi Ada Campur Tangan ISIS

Bangkok – Ledakan bom yang terjadi di Bangkok pada Senin (17/8) malam lalu disinyali ada kaitannya dengan ISIS. Hingga saat ini aparat berwenang di Thailand masih mendalami kemungkinan pelaku terkait dengan ISIS atau terkait dengan pemulangan warga Ulghur dari Thailand beberapa waktu silam.

Sebelumnya, Thailand memang sempat mendeportasi puluhan warga Uighur ke China, karena masuk ke wilayah mereka tanpa memiliki visa.

Bom Bangkok, Bisa Jadi Ada Campur Tangan ISIS

Juru bicara Kepolisian Thailand, Prawut Thawornsiri, mengatakan ada dugaan pelaku yang terekam kamera adalah warga negara asing. Sedangkan yang membantu aksi pemboman yang menewaskan satu WNI itu bisa saja warga asli Thailand.

“Tersangka lain yang kami yakini membantu aksi peledakan bom terus kami cari,” ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (19/8).

Panglima militer sekaligus Menteri Pertahanan Udomdej Sitabur mengatakan bom pipa berukuran 3 kilogram di Kuil Erawan itu tidak cocok dengan taktik yang biasa dilakukan separatis muslim di selatan Thailand. Belakangan ini Thailand diguncang aksi penyerangan kelompok muslim pada 27 Juli lalu.

Meski pelaku dan motif penyerangan masih belum diketahui namun yang jelas peristiwa ini sudah menghantam kredibilitas kepemimpinan junta militer di Negeri Gajah Putih itu. (Rani Soraya – www.harianindo.com)

x

Check Also

Tim Sinkronisasi Batalkan Janji Anies Terkait KJP Plus KIP

Tim Sinkronisasi Batalkan Janji Anies Terkait KJP Plus KIP

Jakarta – Tim sinkronisasi yang dibentuk oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis