Home > Ragam Berita > Walau Rupiah Anjlok, Proyek 1 Juta Rumah Untuk Rakyat Tetap Berjalan

Walau Rupiah Anjlok, Proyek 1 Juta Rumah Untuk Rakyat Tetap Berjalan

Jakarta – Meskipun saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin anjlok, bahkan telah menembus Rp. 14.000 per dolar, pihak Pemerintah tetap menegaskan bahwa proyek pengadaan satu juta rumah murah tak akan terganggu. Hal itu didasari oleh bahan baku untuk pengadaan rumah mayoritas berasal dari dalam negeri.

Walau Rupiah Anjlok, Proyek 1 Juta Rumah Untuk Rakyat Tetap Berjalan

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono saat seminar “Sejuta Rumah untuk Rakyat” Jakarta, Senin (24/8).

Atas dasar itu, kata Basuki, pemerintah tak akan mengubah harga jual rumah murah yang sebelumya telah dicanangkan.

“Kalau untuk penyesuaian harga itu di dalam Perpres kalau ada kondisi force majeure, kahar atau bencana alam. Kalau depresiasi rupiah bukan force majeure, jadi tidak ada penyesuaian,” tegasnya.

Dia juga mengatakan pemerintah bakal memperketat pengawasan terhadap kontraktor. Mereka harus membangun rumah berdasarkan spesifikasi tertera dalam kontrak.

“Kalau di bawah spesifikasi kontrak ya langsung di bongkar. Seperti jalan tol yang di Tanjung Priok,” ujarnya.

Pemerintah menetapkan harga jual rumah murah di Jabodetabek Rp 120 juta per unit, Kemudian, Jawa Rp 105 juta per unit, Sumatera (kecuali Bangka Belitung) Rp 105 juta per unit. Kemudian, Kalimantan Rp 118 juta per unit, Sulawesi Rp 110 juta per unit, Papua dan Papua Barat Rp 165 juta per unit. (Rani Soraya – www.harianindo.com)

x

Check Also

Pengamat Menilai Anies Baswedan Sedang Memainkan Politik Identitas

Pengamat Menilai Anies Baswedan Sedang Memainkan Politik Identitas

Jakarta – Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota pada Senin (16/10/2017) malam ...