Home > Ragam Berita > Rupiah Mendekati Rp 15.000, Pakar Berharap Tidak Ada Kepanikan

Rupiah Mendekati Rp 15.000, Pakar Berharap Tidak Ada Kepanikan

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka 14.700 per dolar AS membuat semua kalangan di Indonesia cemas. Namun, pakar ekonomi menilai kondisi ini tidak seburuk yang dibayangkan.

Rupiah Mendekati Rp 15.000, Pakar Berharap Tidak Ada Kepanikan

Pakar ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi Manado Agus Tony Poputra meyakini bahwa pergerakan dolar terhadap rupiah saat ini lebih kepada faktor psikologis, sehingga tidak perlu disikapi secara berlebihan hingga membuat kepanikan.

“Saat ini proyek-proyek pemerintah sudah mulai jalan. Selama belanja pemerintah secara total berkontribusi hampir 30 persen produk domestik bruto Indonesia, seharusnya ini menjadi kabar baik tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga mendorong penguatan rupiah,” kata Agus, Jumat (25/9).

“Namun, hal tersebut (penguatan rupiah) tidak terjadi karena otoritas moneter serta pemerintah kurang mampu mengemas berita bersama yang membentuk opini serta sentimen positif,” lanjutnya.

Dia juga optimistis pergerakan rupiah akan menguat akhir Oktober mendatang seiring rilis BPS tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Saya perkirakan (nilai tukar rupiah terhadap dolar AS) tidak sampai 16.000. Saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan tiga akan lebih tinggi dari triwulan satu dan dua, berkisar lima persen karena adanya penyerapan dana pemerintah,” ujarnya. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Beredar Foto Buku IPS Kelas VI SD Yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Beredar Foto Buku IPS Kelas VI SD Yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Jakarta – Pasca klaim yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan memberikan pengakuan ...