Home > Ragam Berita > Demi MRT, Ahok Akan Pulangkan Insinyur Indonesia Yang Berkarir Di Singapura Dan Malaysia

Demi MRT, Ahok Akan Pulangkan Insinyur Indonesia Yang Berkarir Di Singapura Dan Malaysia

Jakarta – Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Tak tanggung-tanggung, dia berencana memboyong insinyur asal Indonesia yang mengerjakan MRT di Singapura dan Malaysia, untuk menyelesaikan MRT di Jakarta.

Demi MRT, Ahok Akan Panggil Pulang Insinyur Indonesia Yang Berkarir Di Singapura Dan Malaysia

“Ada beberapa orang Indonesia yang pernah kerja di Singapura dan Malaysia kita tarik juga,” ujar Ahok sapaan karibnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Tak ubahnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut kehadiran MRT merupakan peradaban baru bagi warga Jakarta, Ahok pun mengatakan hal senada. Karena itu menurutnya tidak ada salahnya, pada proses pembangunan pemerintah melakukan banyak trobosan demi kelangsungan pembangunan MRT.

“Yang penting kita putusin saja. Regulasi nanti nyusul kita cepatin,” tegas Ahok.

Dengan teknologi tinggi yang diterapkan Jepang untuk membangun MRT di Jakarta, Ahok berharap dua bulan kedepan para teknisi Indonesia dapat menyerap ilmu tersebut, sehingga kedepannya bisa langsung dilaksanakan para pekerja Indonesia.

“Jadi satu dua bulan aja Jepang kerjain. Kalau yang kerja ahil dari Indonesia itu Presiden senang, itu Presiden sampaikan juga tadi,” ungkapnya.

Pengerjaan fisik MRT telah dilakukan sejak 2013. Tahap pengerjaan MRT kali ini memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase I di koridor selatan-utara. Terowongan bawah tanah itu menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Pada 21 September 2015, Jokowi meresmikan pengoperasian mesin pengeboran atau tunnel boring machine (TBM) yang pertama dan dinamakan Antareja. Nama yang diambil dari tokoh pewayangan itu dipilih oleh Jokowi.

Mesin bor Antareja merupakan mesin yang pertama dioperasikan dari total empat mesin yang akan beroperasi dari proyek MRT. Mesin tersebut dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan CP 105 (Senayan-Setiabudi), yaitu SOWJ Joint Venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi.

Mesin berteknologi earth pressure balance (EPB) pertama di Indonesia tersebut diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC). Mesin bor memiliki diameter 6,7 meter dengan total panjang 43 meter dan bobot 323 ton. TBM akan mengebor terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan 8 meter per hari. (Dwi Kristyowati – harianindo.com)

x

Check Also

Terekam Kamera, Pelaku Curanmor Ini Pakai Seragam SMP dan Berhijab

Terekam Kamera, Pelaku Curanmor Ini Pakai Seragam SMP dan Berhijab

Tegal – Telah terjadi aksi pencurian di parkiran sepeda motor Pasar Pagi Kota Tegal pada ...