Home > Olahraga > Kejuaraan Dunia Wushu 2015 : Indonesia Kuntit Perolehan Emas China

Kejuaraan Dunia Wushu 2015 : Indonesia Kuntit Perolehan Emas China

Jakarta – Yusuf Widiyanto, atlet Wushu asal Jawa Tengah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil merebut medali emas di disiplin sanda pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-13, yang dihelat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta (Rabu, 18/11/2015).

Kejuaraan Dunia Wushu 2015 : Indonesia Kuntit Perolehan Emas China

Yusuf menang atas wakil Vietnam, Van Bau To, di final kategori sanda 56 kilogram. Ini adalah pertamakalinya Yusuf meraih medai emas di Kejuaraan Dunia Wushu Senior.

“Saya berharap ini akan memotivasi atlet-atlet yang lebih junior agar nanti ada yang menggantikan saya,” kata atlet berusia 21 tahun ini.

Bukan hanya Yusuf yang masuk ke babak final, dua atlet Wushu Indonesia lainnya, Moria Manalu di kelas 60 kilogram putri dan Yosef Fau Neonub di kelas 48 kilogram putra juga mencapai partai puncak. Hanya saja keduanya mengalami kekalahan.

Indonesia sejauh ini meraih 7 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Indonesia pun berada di peringkat kedua tabel perolehan medali. Hanya kalah dari Tiongkok yang menjadi juara umum dengan 14 emasnya dam satu perak.

“Tidak pernah prestasi kami sebagus ini. Kami semua sangat bangga,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia, Supandi Kusuma. “Tapi kami masih akan tetap bekerja keras.” (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ganda Putra Kevin/Marcus Lolos ke Final All England 2017

Ganda Putra Kevin/Marcus Lolos ke Final All England 2017

Birmingham – Pasangan ganda putra buku tangkis Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dengan sangat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis