Home > Ragam Berita > Cak Nun Punya Pandangan Lain Terkait Kata-kata Ucapan Selamat Natal

Cak Nun Punya Pandangan Lain Terkait Kata-kata Ucapan Selamat Natal

Yogyakarta – Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun merupakan seorang budayawan sekaligus cendekiawan Muslim yang dikenal memiliki pandangan unik terhadap berbagai isu kekinian. Cak Nun juga memiliki pandangan tersendiri terkait haram atau tidaknya mengucapkan ‘Selamat Natal’ bagi umat Muslim.

Berdasarkan pengamatan tim Harian Indo, Kamis (24/12/2015), Cak Nun menganggap ucapan ‘Selamat Natal’ yang diucapkan oleh umat Islam merupakan bentuk toleransi dan menunjukkan kemesraan antar umat beragama.

“Apa salahnya mengucapkan selamat Natal? Itu kan menunjukkan kemesraan kita antar sesama manusia,” ujar Cak Nun.

Cak Nun lantas mencontohkan, jika kita tidak setuju ataupun tidak suka dengan pilihan orang lain maka tidak berarti kita tak lagi menjalin hubungan dengan orang tersebut.

“Misal ada sahabat kita yang memutuskan untuk menikahi seorang PSK, mungkin kita tidak setuju kan? Tapi apa kemudian apa karena kita tidak suka lantas tidak datang ke pernikahan sahabat kita?” jelasnya.

Suami dari Novia Kolopaking itu juga memberikan analogi lain. Jika misalnya Anda masuk ke kandang kambing dan mengucapkan ’embek’, apa lantas Anda menjadi kambing? Begitu juga halnya dengan mengucapkan selamat Natal, bukan berarti Anda langsung berpindah agama. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Ditemukan Genteng Berlogo Palu Arit di Lumajang, Ini Penjelasan Polisi

Ditemukan Genteng Berlogo Palu Arit di Lumajang, Ini Penjelasan Polisi

Lumajang – Dua orang warga menemukan sekitar 300-an genteng berlogo palu arit di Dusun Krajan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis