Home > Gaya Hidup > Video, Pria Ini Hajar Laki-laki yang Nekat Cium Pacarnya

Video, Pria Ini Hajar Laki-laki yang Nekat Cium Pacarnya

Jakarta – Sebuah insiden berbau kekerasan terjadi di sebuah kampus di Amerika Serikat. Peristiwa anarkis tersebut terjadi ketika seorang mahasiswa laki-laki memaksa perempuan di sebelahnya untuk mencium dirinya.

Seperti dilansir dari Newsclassifiedfm.com (Selasa, 5/1/2016), masalah menjadi semakin runyam ketika ternyata kekasih dari perempuan tersebut melihat ulah dari mahasiswa jahil tadi. Tak terima dengan perlakuan kurang ajar si mahasiswa, sang kekasih pun naik pitam.

Sudah bisa diduga, yang terjadi kemudian adalah perkelahian di antara kedua laki-laki muda tersebut.”

Apa-apaan kau ni, mengapa kau nekat mencium pacarku dan itu kau lakukan di depan mataku, pacarku tadi sudah menolak, tapi kau masih memaksanya, terima ini, sialan!!!,” bentak sang kekasih.

Perempuan yang mendapat ciuman mahasiswa tadi hanya bisa menangis. Sementara itu, mahasiswa yang berada di sekitar “arena pertarungan” hanya bisa melihat karena takut untuk melerai kedua pemuda yang saling emosi tersebut.

Adegan perkelahian itupun berhasil terekam oleh salah satu “penonton”. Video dari perkelahian tersebut kemudian diunggah ke situs YouTube dan telah menyebar luas di media sosial.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak video berikut ini.

(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Edan! Gunting Operasi Bisa Tertinggal di Dalam Perut Pria Ini Selama 18 Tahun

Edan! Gunting Operasi Bisa Tertinggal di Dalam Perut Pria Ini Selama 18 Tahun

Jakarta – Sudah sering terdengar seorang pasien yang merasakan keluhan di dalam tubuhnya karena peralatan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis