Home > Ragam Berita > Nasional > MUI Angkat Bicara Mengenai Gerakan Gafatar Yang Meresahkan

MUI Angkat Bicara Mengenai Gerakan Gafatar Yang Meresahkan

Jakarta – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan salah satu organisasi islam garis keras yang saat ini asal muasal nya telah terkuak. Majelis Ulmaa Indonesia (MUI) yang telah memantau organisasi tersebut telah diindikasikan bhwa Gafatar memiliki merupakan pecahan dari Al Qiyadah Al Islamiah yang pada jaman dulu dipipin oleh Ahmad Musadeq.

MUI Angkat Bicara Mengenai Gerakan Gafatar Yang Meresahkan

Seperti yang dilansir detik.com, Selasa (12/1/2016), Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MAsyarakat Majelis Ulama INdonesia, KH Cholil Nafis, mengatakan bahwa Gafatar merupakan metamorfosis dari berbagai aliran yan gsalah satunya pada beberapa daerah terindikasi sebagai pecahan Al Qiyadah dan Al Islamiyah.

PAda website Gafatar sendiri berdasarkan pantauan tim Harianindo disebutkan bahwa organisasi ini telah berdiri sejak tahun 2012. Pada mulanya Gafatar ini hanya terdiri dari 14 DPD, yang mana selanjutnya berkembang menjadi 34 DPD jumlah kepengurusannya.

Seperti yang kita ketahui, Al Qiyadah Al Islamiah ini pada jaman dulu pernah ramai diberitakan karena pemimpin mereka yang bernama AHmad Musadeq mengaku sebagai nabi sesudahnya Nabi Muhammad. Pemimpin tersebut ahkan telah merekrut banyak orang dan mengajarkan beberapa ajaran agama yang menyimpang dari islam. Hal tersebutlah yang membuat Al Qiyadah Al Islamiah kemudian dibubarkan karena dianggap sebagai organisasi terlarang. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Akan Gratiskan Tarif Exit Tol Cikarang Utama Sebagai Alternatif Terakhir Urai Kemacetan

Polisi Akan Gratiskan Tarif Exit Tol Cikarang Utama Sebagai Alternatif Terakhir Urai Kemacetan

Purwakarta – Sebagai alternatif terakhir mengurai kemacetan pada arus balik di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, ...