Home > Ragam Berita > Nasional > Ahmad Muhazan Pernah Memaksa Orang Tuanya untuk Membakar Semua Kitab

Ahmad Muhazan Pernah Memaksa Orang Tuanya untuk Membakar Semua Kitab

Indramayu- Ahmad Muhazan telah ditetapkan sebagai pelaku serangan bom dan teror di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016) lalu. Warga desa di tempat kelahirannya menilai bahwa kepribadian dan tingkah laku Muhazan berubah setelah dirinya belajar ilmu agama di salah satu pesantren di Subang, Jawa Barat.
Ahmad Muhazan Pernah Memaksa Orang Tuanya untuk Membakar Semua Kitab
Tokoh masyarakat di Desa Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Nasrullah, mengatakan bahwa Muhazan, atau yang biasa dipanggil Azan, sudah lama tidak tinggal di wilayah tersebut. Ia memboyong istrinya untuk pindah ke Jakarta.

“Tinggal di Indramayu hanya sampai Madrasah Tsanawiyah (MTs/Setingkat SMP). Setelah itu dia mesantren (menjadi santri pondok pesantren, red) di Subang,” ungkap Nasrullah, Senin (18/1/2016), kemarin, sebagaimana dikutip dari Metrotvnews.com, Selasa (19/1/2016).

Nasrullah pun merasa bahwa sosok Azan menjadi sangat berubah setelah masuk ke pesantren di Subang tadi. Perubahan itu tak hanya terlihat dari penampilan, namun juga tingkah laku. Orang tua Azan pun sempat “curhat” ke Nasrullah perihal perubahan Azan tersebut.

“Orangtuanya sampai mengeluh ke saya, namun saya juga tidak bisa komunikasi dengan dia. Soalnya, Azan tidak mau berinterkasi dengan orang lain. Karena orang lain dianggapnya sesat,” lanjut Nasrullah.

Kekhawatiran orang tua Azan menjadi semakin besar ketika putra mereka itu melarang untuk mengikuti tahlil, lalu ziarah kubur, dan terakhir meminta untuk membakar semua kitab yang digunakan untuk mengaji.

Ketika Azan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka bom bunuh diri, warga Desa Kedungwungu pun berseru menolak kedatangan jenazah Azan. Warga pun memasang spanduk besar untuk menyatakan sikapnya itu.

“Saat ini kami hanya berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas saja, tidak ada pengamanan tambahan. Hanya saja masih ramai terkait penolakan jenazah Azan,” terang Kepala Desa Kedungwungu, Ahmad Fuadi. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Anang Sugiana Dimintai Keterangan KPK Terkait Korupsi E-KTP

Anang Sugiana Dimintai Keterangan KPK Terkait Korupsi E-KTP

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil beberapa saksi untuk pengusaha Andi Agustinus alias Andi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis