Home > Ragam Berita > Nasional > Awalnya Membenci, Pria Tionghoa Ini Akhirnya Akui Kebenaran Islam

Awalnya Membenci, Pria Tionghoa Ini Akhirnya Akui Kebenaran Islam

Jakarta – Hanny Kristianto tidak pernah menyangka sebelumnya jika akhirnya dirinya akan memutuskan menjadi seorang muslim.

Awalnya Membenci, Pria Tionghoa Ini Akhirnya Akui Kebenaran Islam

Hanny yang dulunya sangat membenci Islam, telah mengucapkan dua kalimat syahadat pada 28 Februari 2013 silam di Mojokerto.

Membutuhkan waktu sekitar tiga tahun bagi pria ini untuk melakukan pencarian mengenai Islam. Meski demikian, kegetirannya terhadap Islam ternyata sudah berlangsung cukup lama. Proses pencarian Hanny bermula ketika ia bekerja di Kalimantan pada tahun 2000.

Ada sebuah kalimat di Al Quran yang begitu mengusiknya. Yakni, kalimat “jangan mati sebelum masuk Islam”, makna dari surah Ali Imran ayat ke-102.

“Karena, saya tidak gampang percaya dengan omongan orang,” ujarnya (Senin, 25/1/2016).

Dalam proses pembelajaran tentang Islam, pria keturunan Tionghoa ini berusaha mencari kesalahan dan kelemahan Islam. Namun, rentetan kebencian dan persepsi negatifnya terhadap Islam selama ini justru malah terbantahkan dengan sendirinya selama proses “petualangan spiritualnya” itu.

Salah satu citra buruk Islam yang dilekatkan oleh sebagian orang adalah kisah Nabi Muhammad yang berpoligami dan suka berperang.

“Ternyata, malah saya menemukan saya yang salah dan manusia lemah,” ujar Hanny.

Ia justru menemukan bahwa Muhammad adalah manusia yang terbaik dalam lisan, akhlak, dan sikapnya. Sangat berbeda dari persepsi awalnya mengenai Sang Nabi pamungkas tersebut.

Dalam proses petualangannya mengkaji dan mendalami Islam itu pula, pria yang kini berusia 40 tahun tersebut mendapatkan fakta yang mengetuk relung hatinya, yaitu hanya Islam yang umatnya mampu menghafal seluruh kitab suci dan tidak ada kesalahan dalam Alquran.

Selain itu pula, hanya Islam yang memiliki tata cara ibadah yang khusyuk, tidak membedakan status sosial, jabatan, dan ilmu. Semua sama di hadapan Allah dan wajib beribadah.

Di samping itu, hanya dalam Islam ibadah sudah ditentukan tepat waktu dan teratur. Cuma Islam yang kitab sucinya diturunkan langsung kepada Nabi. Satu per satu temuan itulah yang semakin menguatkan keyakinannya untuk segera memeluk Islam.

Setelah dua tahun menjadi Muslim, Hanny memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji. Pria kelahiran Yogyakarta ini awalnya tidak pernah menyangka bahwa ia dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk berhaji.

“Beberapa bulan lalu dihajikan oleh Bapak Jenderal Syekh Osama bin Suhaibi,” katanya dengan senang. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Deddy Mizwar Lakukan Safari Politik ke PAN dan Demokrat

Peluang Deddy Mizwar Untuk Diusung Gerindra Dalam Pilkada Jabar 2018 Masih Besar

Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyerahkan sepenuhnya keputusan pencalonan dirinya dalam Pilkada ...