Home > Travel & Kuliner > Kuliner > Nikmati Sarapan Spesial dengan Kwetiau Siram Hangat

Nikmati Sarapan Spesial dengan Kwetiau Siram Hangat

Jakarta – Kwetiau merupakan sebuah sajian mirip mie yang memiliki tekstur yang lebih kenyal. Tak hanya akrab disajikan dengan cara ditumis, kuliner ini juga nikmat disajikan dengan berkuah.
Nikmati Sarapan Spesial dengan Kwetiau Siram Hangat
Disarikan dari buku 50 Resep Sedap untuk Hari Istimewa, Kamis (11/2/2016), berikut ini akan coba kami tampilkan sebuah resep “Kwetiau Siram Hangat” yang sangat pas untuk sarapan.

Bahan-bahan:

1 bungkus kwetiau
50 gr daging ayam tanpa tulang, potong dadu
6 ekor udang, kupas kulit
1 ekor cumi, kerat-kerat
2 sawi hijau, potong
2 sawi putih, potong-potong
1 buah wortel, iris agak tebal
Bakso ikan, iris tipis
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan air
25 ml air
1 batang daun bawang, potong serong
2 siung bawang putih, cincang halus

Bumbu:

1 sdt garam
½ sdt penyedap rasa
½ sdt gula pasir
½ sdt merica
1 sdm saus tiram
½ sdm kecap ikan

Cara membuat:

1. Rebus kwetiau hingga kenyal, tiris dan sisihkan. Siapkan wajan dan tumis bawang putih dan daun bawang hingga harum. Masukkan ayam, udang, cumi dan bakso ikan. Aduk hingga rata;

2. Campurkan kecap ikan, sayuran dan bumbu, beri sedikit air. Setelah matang, kentalkan kuahnya dengan larutan tepung maizena;

3. Siapkan kwetiau, siram kuah sayuran di atasnya dalam piring saji;

4. Nikmati selagi hangat.

Selamat mencoba ~ !

(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Resep Sambal Tumis Udang Spesial Weekend

Resep Sambal Tumis Udang Spesial Weekend

Jakarta – Akhir pekan seperti saat ini akan lebih sepsial jika ada sajian sambal istimewa. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis