Home > Unik > Lucu > Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Jakarta – Banyak sekali sosok atau tokoh Indonesia yang menjadi korban kejahilan para kreator meme Tanah Air. Ekspresi wajah dan perkataan mereka yang sebenarnya normal-normal saja disulap menjadi satu material humor yang sangat mengocok perut.

Yang terbaru, giliran putera Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi sasaran meme-meme lucu di internet. Materi yang diambil oleh para kreator meme tersebut adalah raut wajah Gibran yang datar dan minim ekspresi, disertai satu frase pendek yang kerap ia ucapkan, yakni “biasa saja”.

Dari sekian banyak meme lucu Gibran yang bereda, mayoritas menggunakan fotonya ketika tampil dalam acara talkshow Mata Najwa, yang tayang di stasiun televisi MetroTV pada 24 Februari 2016 lalu.

Penasaran seperti apa meme-meme lucu dari Gibran Raka tersebut? Simak yang berikut ini:

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

Diundang Mata Najwa, Meme Lucu Gibran Raka Beredar

(Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)

x

Check Also

Meme Lucu Banyolan Politik Paling Hits di 2016

Meme Lucu Banyolan Politik Paling Hits di 2016

Jakarta – Beberapa bulan terakhir ini, suhu perpolitikan di Indonesia memang sedang memanas. Mulai dari ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis