Home > Ragam Berita > Nasional > Hot News, Perkara Abraham Samad dan Bambang Widjojanto Dinyatakan Ditutup

Hot News, Perkara Abraham Samad dan Bambang Widjojanto Dinyatakan Ditutup

Jakarta – Kasus yang melibatkan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto akhirnya telah resmi ditutup oleh Kejaksaan Agung, Kamis (3/3/2016). Berita penutupan perkara ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta.

Hot News, Perkara Abraham Samad dan Bambang Widjojanto Dinyatakan Ditutup

Prasetyo mengatakan bahwa kedua perkara atas nama Abraham Samad dan Bambang Widjojanto in isudah dinyatakan berakhir, ditutup, serta dikesampingkan. Prasetyo menambahkan bahwa alasan dari ditutupnya kasus ini adalah dirijnya menggunakan hak prerogatif dalam emngambil keputusan itu.

Prasetyo menuturkan bahwa keputusan yang sudah diambil ini mengesampingkan perkara atas nama Abraham Samad dan Bambang idjojanto semata-mata hany auntuk kepentingan umum. Keputusan ini diambila juga berdasarkan pasal 35 Undang-Undang Kejaksaan dan suda meminta banyak pertimbangan dari Polri ataupun DPR.

Prasetyo pun berharap bahwa dirinya memiliki harapan jika dengan ditutupnya kasus Smaad dan Bambang ini maka semua pihak juga dapat menerima serta memahaminya. Dirinya pun menambahkan bahwa telah diterbitkan P21 yang mana kasus in isudah diteliti dan masuk ke tahap penuntutan usai melewati berbagai pengembalian, dan pada akhirnya dinyatakan lengkap. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Jerat Perampok Pulomas Pasal 340 KUHP

Jakarta – Menurut penuturan penyidik Polres Metro Jakarta Timur, pihaknya mengupayakan agar pelaku perampokan yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis