Home > Ragam Berita > Ekonomi > Dalam Waktu Dekat Rupiah Bisa Menguat Hingga Rp 12 Ribu Per Dolar AS

Dalam Waktu Dekat Rupiah Bisa Menguat Hingga Rp 12 Ribu Per Dolar AS

Jakarta – Dolar Amerika Serikat (USD) dalam waktu dekat ini diprediksi bakal menyentuh level Rp 12.000 atau lebih apabila melihat tren pergerakan yang terjadi pada beberapa bulan belakangan.

Dalam Waktu Dekat Rupiah Bisa Menguat Hingga Rp 12 Ribu Per Dolar AS

Hal tersebut diungkapkan oleh Chatib Basri, Visiting Fellow, University of California, San Diego saat berbincang dengan awak media (Senin, 7/3/2016).

“Rupiah nanti bisa di level Rp 12.000. Sebenarnya tidak akan membuat saya surprise, karena bahkan bisa lebih dari itu tergantung inflow (arus dana asing yang masuk) sebanyak apa,” jelasnya.

Penguatan rupiah ini tidak jauh berbeda dengan saat melemah. Selalu terdapat dua faktor yakni eksternal dan internal. Untuk negara seperti Indonesia yang masih menata fundamental ekonomi, faktor eksternal jelas berpengaruh sangat besar.

Faktor eksternal dimulai dari kondisi di Amerika Serikat (AS) dimana suku bunga acuan negara tersebut yang kenaikannya didengungkan sejak akhir 2013 sudah terealisasi pada Desember 2015, dengan realisasi 25 basis poin.

Harapannya, ekonomi AS bisa kembali bergairah dan tumbuh lebih cepat. Oleh karena itu kemudian muncul rencana kenaikan suku bunga acuan lagi secara bertahap selama 2016. Namun rencana kenaikan suku bunga acuan tersebut dipatahkan oleh Bank Sentral AS sendiri, yaitu Federal Reserve (The Fed).

“Ekonomi global dan AS masih lemah, Yellen (Gubernur bank sentral AS) belum akan menaikkan bunga tahun ini,” ungkap Mantan Menteri Keuangan tersebut.

Kemudian dari Negeri Sakura Jepang. Ekonomi negara tersebut masih lesu, bahkan deflasi masih terjadi berkepanjangan. Sehingga solusi yang dikeluarkan adalah penerapan suku bunga negatif. Tujuannya, agar masyarakatnya lebih banyak membelanjakan uangnya dibandingkan disimpan di dalam bank.

Sebab dengan suku bunga negatif, artinya orang yang menyimpan uang di bank justru harus membayar bunga, bukan malah mendapatkan bunga.

Namun kenyataannya berbeda. Yen yang diharapkan melemah justru malah terapresiasi. Sebab orang Jepang cenderung membeli yen untuk kemudian dipindahkan ke negara lain dengan bunga lebih tinggi atau lebih dikenal dengan nama carry trade. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Subsidi Elpiji 3 Kg Mulai Diterapkan Maret Ini

Subsidi Elpiji 3 Kg Mulai Diterapkan Maret Ini

Jakarta – Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pelaksanaan subsidi elpiji ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis