Home > Ragam Berita > Nasional > Inilah Alasan Warga Bandung Tolak Imunisasi

Inilah Alasan Warga Bandung Tolak Imunisasi

Bandung – Program imunisasi yang diselenggarakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus. Beberapa umat muslim merasa vaksinasi yang dilakukan Kementrian Kesehatan tersebut haram. Sebab, mereka mencurigai adanya kandungan babi dalam kegiatan tersebut.

Inilah Alasan Warga Bandung Tolak Imunisasi

Penolakan terhadap program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) rupanya sudah lama terjadi di wilayah Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

”Akibatnya Dinkes Kota Cirebon pun sulit memberikan vaksin kepada warga di selatan Kota Cirebon itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edi Sugiarto kepada media pada Selasa (15/3/16).

Selain itu, Edi menambahkan, dinas di Argasunya mengalami kesusahan kurang lebih 15 tahun dalam mengadakan PIN diwilayah tersebut dan 6 kali ganti kepala dinas di Argasunya masih saja menolaknya. Dari 139 yang harus diimunisasi hanya sembilan bayi. Tak ayal petugas pun harus kejar-kejaran dengan masyarakat sekitar.

”Vaksin itu dibuat di negara kita sendiri dan yang membuatnya juga muslim, jadi tidak ada minyak babi. Selain itu, vaksin polio yang diproduksi Bio Farma itu sudah diekspor ke 145 negara. Dan menguasai 60 persen vaksin di dunia, ya dari pabrik Bio Farma Bandung,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Pengamat Menilai Maraknya Hoax Tak Lepas Dari SBY Saat Masih Menjabat Presiden

Pengamat Menilai Maraknya Hoax Tak Lepas Dari SBY Saat Masih Menjabat Presiden

Jakarta – Arief Poyuno, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang dikenal kritis terhadap pemerintahan Presiden ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis