Home > Ragam Berita > Nasional > Petinggi Majelis Mujahidin Indonesia : “Mengikuti Pancasila Pasti Akan Binasa”

Petinggi Majelis Mujahidin Indonesia : “Mengikuti Pancasila Pasti Akan Binasa”

Jakarta – Pada gelaran Tabligh Akbar “Bekasi Bersyariah” yang diadakan di Masjid Islamic Center Bekasi, belum lama ini, Ustadz Abu Muhammad Jibril dari Majelis Mujahidin Indonesia menegaskan, syariat Islam tidak akan tegak, jika tidak ada penegaknya. Sesungguhnya orang yang menentang, mengingkari, dan tidak mempercayai Al Quran, mereka pasti akan binasa.

Petinggi Majelis Mujahidin Indonesia : "Mengikuti Pancasila Pasti Akan Binasa"

Hasil pantauan Harian Indo (KAmis, 17/3/2016), Pancasila yang dianggap hasil galian Soekarno itu diteruskan oleh Soeharto, yang menetapkan, Pancasila adalah satu-satunya ideologi, dimana semua agama berada dibawahnya. Padahal, asas Pancasila ditemukan dalam Kitab Talmud. Asas pertama, monotheisme diganti dengan Ketuhahan. Kedua, Nasonalisme, berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu tanah Yahudi.

Kemanusiaan yang adil dan beradab bagi bangsa Yahudi. Kembali pada Pancasila, berarti kembali pada doktrin Yahudi. Padahal, Allah sudah menetapkan: Ikutilah jalan-Ku yang lurus, jangan ikuti jalan-jalan yang lain selain yang ditunjukkan oleh Al Qur’an.

“Jika kalian mengikuti jalan Pancasila, nasionalisme, liberalisme, komunisme, kalian pasti bercerai-berai dan akan binasa. Satu-satunya jalan yang menyelamatkan umat Islam adalah Al Qur’an, tiada yang lain,” ujarnya.

Para penguasa di negeri ini lebih memilih ajaran nenek moyangnya, yakni Pancasila. Ketika ditawari Al Qur’an, syariat Islam mereka menolak. Jika Indonesia ingin menjadi lebih baik, maka ganti rezim ganti sistem, jadikan Islam sebagai sistem yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Amalkan seluruh ajaran Islam, jangan ikuti langkah setan, karena setan musuhmu yang paling nyata. Artinya, laksanakan Islam seluruhnya dalam bentuk kekuasaan atau negara. Ketahuilah, Rasulullah Saw, Abu Bakar As-Shiddiq ra, Umar bin Khaththatb ra, Utsman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra, adalah pelaksana Al Quran dalam bentuk kekuasaan negara. Maka mustahil kita akan melaksakan Islam jika kita tidak punya kekuasaan dan negara,” jelas Ustadz.

Saat ini umat Islam dinilai harus melaksanakan dakwah dan jihad. Kita tidak mau dihimpun dalam parlemen bersama Abu Jahal, Abu Lahab. Kita sudah saksikan, parlemen itu tempat kotor, tempat para koruptor berkumpul.

“Barangsiapa tidak meyakini syariat Islam untuk mengatur di muka bumi, maka Islamnya, shalatnya, puasanya, zakatnya, hajinya menjadi batal. Orang yang dikatakan beriman adalah jika ia meyakini bahwa syariat Islam sebagai penyelamat, tidak ada keberatan hati untuk menerima syariat Islam,” kata Ustadz Abu Jibril.

Apabila diserukan kepada Allah dan Rasulnya untuk berhukum dengan hukum Allah dan Rasulnya , itulah orang orang sukses dan jaya, panduannya hanya Quran dan sunnah saja. Jika mengikuti Pancasila, tidak akan selamat selama-lamanya.

“Kita saksikan hari ini, pemimpin demokrasi di dunia ini sedang berlaku sombong terhadap umat Islam. Betapa tidak, umat Islam dijelek-jelekkan, difitnah, diintimiasi, ditangkap, dibunuh dan dibantai di dunia,” katanya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Awal Ramadhan, PBNU Pantau Hilal di 90 Titik

Awal Ramadhan, PBNU Pantau Hilal di 90 Titik

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah PBNU telah siap memantau hilal ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis