Home > Ragam Berita > Internasional > Lakukan Dialog Antarwarga, DK PBB Puji Libya

Lakukan Dialog Antarwarga, DK PBB Puji Libya

New York – Pada Senin (13/3/2016), Dewan Keamanan (DK) PBB mengapresiasi dialog politik Libya. Dialog tersebut membahas keprihatinan tentang meningkatnya ancaman teror di Libya.

Lakukan Dialog Antarwarga, DK PBB Puji Libya

Dialog antarwarga tersebut membahas penegasan komitmen untuk menegakkan Kesepakatan politik Libya. PBB pun mejadi perantara dalam pertemuan tersebut. Penandatanganannya dilakukan pada Desember. Isinya adalah pembentukan pemerintah persatuan nasional.

Sebagaimana pantauan Harian Indo pada Kamis (17/3/2016), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menjelaskan, dirinya menyambut kesepakatan tersebut. Bukan hanya pembangunan penting ke arah Libya yang damai, terjamin, dan makmur. Namun, juga dilakukan sebagai awal perjalanan sulit.

”Anggota Dewan Keamanan menyerukan, pengaturan keamanan sementara yang diperlukan untuk membentuk Libya yang stabil. Anggota Dewan juga mengimbau negara anggota segera menanggapi permintaan bantuan dari badan dunia tersebut,” katanya sebagaimana diberitakan Xinhua.

Sementara itu, Dewan Keamanan kembali mengungkapkan keprihatinannya tentang peningkatan ancaman teror di Libya. Terutama terhadap kelompok yang mengaku setia kepada IS di Irak dan Levant (ISIL/Daesh) dan kelompok yang berafiliasi terhadap Al-Qaida. Mereka pun mengungkapkan, Pemerintah Kesepakatan Nasional segera memusatkan perhatian dengan memerangi ancaman tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

“Anggota Dewan Keamanan kembali menegaskan komitmen kuat mereka bagi kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah dan persatuan nasional di Libya,” kata pernyataan tersebut.

Lebih dari 2,4 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan mendesak, sebanyak 435.000 di antara mereka diperkirakan terusir dari rumah mereka, kata PBB.

Libya telah terjerumus ke dalam krisis politik dengan adanya dua parlemen dan pemerintah yang berperang memperebutkan keabshan di tengah kondisi tidak aman dan kekacauan bertahun-tahun setelah kejatuhan mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Negara Afrika Utara kini dihatui oleh peningkatan kerusuhan dan fanatisme.

PBB telah menaja beberapa babak dialog antar-pihak yang bertikai di Libya sejak September 2014, di dalam dan luar Libya, guna mengakhiri perpecahan politik di negeri tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ratu Jagal ISIS Asal Inggris Dikabarkan Tewas Terkena Bom

Ratu Jagal ISIS Asal Inggris Dikabarkan Tewas Terkena Bom

Jakarta – Sally Jones atau yang biasa dikenal sebagai ‘Ratu Jagal ISIS’ dikabarkan tewas dalam ...