Home > Unik > Kebiasaan Tidur Unik Dari Berbagai Negara

Kebiasaan Tidur Unik Dari Berbagai Negara

Jakarta – Budaya tidur memang berbeda-beda di setiap negara. Cara hidup dan keadaan di setiap negara membuat hal itu bisa terjadi. Seperti di Jepang misalnya. Etos kerja yang tinggi membuat orang Jepang memiliki waktu tidur paling sedikit jika dibanding negara lain di dunia.

Kebiasaan Tidur Unik Dari Berbagai Negara

Orang Jepang-pun akhirnya mau tak mau akan menggunakan sebagian waktu kerja untuk tidur. Berikut kami rangkum kebiasaan-kebiasaan tidur yang unik dari berbagai negara seperti dilansir dari vemale.com (Selasa, 12/4/2016):

Jepang: Tidur Saat Bekerja

Orang Jepang menamai tradisi budaya tidur siang saat jam kerja ini dengan ‘inemuri’. Artinya, ‘tidur saat masuk kerja’. Menariknya, tidur saat jam kerja ini tidak dilarang tapi justru untuk menunjukkan betapa lelahnya karyawan karena telah bekerja keras. Salah satu alasan kenapa inemuri diperbolehkan karena kebanyakan orang Jepang memiliki jam tidur yang paling sedikit dari populasi lain di seluruh dunia. Rata-rata rakyat Jepang hanya tidur 6 jam 22 menit per malam.

Inggris: Tidur Telanjang

Sekitar 30% orang Inggris dilaporkan terbiasa tidur tanpa pakaian. Tidur telanjang diyakini memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Tidur telanjang bisa meningkatkan hormon oksitosin. Menurut Natasha Turner, seorang ahli dan praktisi naturopati, hormon oksitosin tidak hanya menimbulkan rasa bahagia tapi juga membantu menyehatkan tubuh. Hormon ini membantu mengurangi tekanan darah, meningkatkan kinerja sistem pencernaan dan mengurangi peradangan pada usus.

Meksiko, Jerman, dan Amerika: Tempat Tidur Harus Rapi dan Wangi

Survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menunjukkan bahwa orang-orang Meksiko, Jerman, dan Amerika selalu merapikan tempat tidurnya setiap hari sebelum tidur. Hampir 25% warga di negara-negara ini mengganti seprai mereka lebih dari satu kali seminggu. Hal ini dikarenakan mereka merasa lebih mudah tertidur jika tempat tidur mereka rapi dan harum.

Australia: Tidur Beramai-ramai

Suku asli Australia, Aborigin punya budaya tidur secara berkelompok. Yasmine Musharbash, seorang antropolog dari University of Sydney, menjelaskan bahwa komunitas Aborigin selalu tidur setidaknya dengan 2-3 orang atau lebih.

Cara tidur seperti ini dimaksudkan untuk melindungi anggota kelompok yang lemah. Misalnya anak kecil atau orangtua. Orang dewasa yang fisiknya masih kuat akan tidur di jejeran paling pinggir. Tidur beramai-ramai dalam keluarga bisa menimbulkan rasa tentram, aman dan meningkatkan rasa kebersamaan.

Korea: Tidur di Lantai

30% orang Korea Selatan cenderung lebih suka tidur di lantai. Beberapa masyarakat Korea memang punya budaya tidur di lantai, karena menganggap lantai jauh lebih nyaman dibandingkan dengan tempat tidur. Biasanya, mereka hanya menggelar selimut di lantai dan tidur dengan nyaman di atasnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gokil, Gadis di Surabaya Ini Datangi Sejumlah Pria Ajak Bercinta

Gokil, Gadis di Surabaya Ini Datangi Sejumlah Pria Ajak Bercinta

Surabaya – Bagaimana jadinya, jika ada cewek berbusana seksi mengajak para pria secara acak yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis