Home > Ragam Berita > Nasional > Beredar Foto Hary Tanoe Di Gereja Mirip Pendeta, Ke Pesantren Berdandan Kyai

Beredar Foto Hary Tanoe Di Gereja Mirip Pendeta, Ke Pesantren Berdandan Kyai

Jakarta – Sosok Hary Tonoesoedibjo (HT) mulai diperbincangkan di tanah air. Pengusaha terkaya nomor 15 dengan di Indonesia dengan kekayaan Rp 18 Triliun, Hary Tanoe bakal mulai mewujudkan impian sebagai pemimpin negeri ini.

Beredar Foto Hary Tanoe Di Gereja Mirip Pendeta, Ke Pesantren Berdandan Kyai

Imoian tersebut dimulai saat bergabung dengan Bos Metro TV, Surya Paloh. Keduanya pun sama-sama mendirikan ormas Nasdem lalu menjadi partai. Keinginan menjadi ketua partai pun kandas setelah dijegal rekannya sendiri. Hal tersebut memulai perseteruan keduanya.

Hary pun pindah ke Hanura pimpinan Wiranto. Dia disambut olehh seluruh anggota. Usaha-usahanya membesarkan Hanura kemudian luar biasa dengan target instan menjadi partai besar.

Namun, hasil yang diumumkan KPU lain. Hanura tetap partai papan bawah. Mereka pun kalah dari Partai Nasdem.

Kemudian, dia melebarkan sayap. Berdirilah Partai Perindo. Dia pun habis-habisan membesarkan Perindo. Namun, impiannya tidak berjalan mulus.

Publik pun disuguhkan mars Partai Pelindo. Sebenarnya, apa yag dicari dan dinginkan Hary Tanoe sebagai pemimpin negeri ini? Mungkin besar, dia memerlukan perlindungan politik untuk usahanya.

Selain itu, untuk merebut simpati umat muslim Indonesia, dia pun berkunjung ke pesantren-pesantren. Terlebih, berdandan bak kyai yang santun, muda, dan tampan. Tidak lebih daripada sebuah pencitraan.

Tidak heran publik mulai mencari tahu siapa sosok Hary Tanoe yang sesungguhnya. Dari beberapa sumber, publik menyadari bahwa Hary Tanoe adalah seorang Kristiani saleh dan taat.

Bahkan, dia pun kerap menjadi pembawa khotbah di berbagai Gereja.selain itu, karena dia adalah pebisnis sukses, komunitas-komunitas Gereja pun menjadikannya bahan diskusi.

Ya, memang sangat aneh jika tiba-tiba seorang penkhotbah digereja tiba-tiba berpakaian seperti ustadz. Selain itu, dia mencoba menarik simpati umat muslim untuk kepentingan politik.
Bagaimana dengan pandangan Anda? Tentu, Anda pun dapat menyimpulkannya sendiri, bukan? (Tita Yanuantari – harianindo.com)

2 comments

  1. Masih banyak ternyata umat islam yang mudah terprovokasi dan berfikir tidak cerdas dan tidak punya rasa toleransi. Hal seperti itu saja masih dipermalasahkan

  2. pake peci mah perasaan orang agama lain juga sering deh pake peci. Peci itu warisan budaya indonesia, bukan warisan umat agama islam.

x

Check Also

Mensos Imbau Kader NU Bisa Menghargai Perbedaan Pilhan saat Pilgub

Mensos Imbau Kader NU Bisa Menghargai Perbedaan Pilhan saat Pilgub

Jakarta – Kader Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah Indar ...