Home > Ragam Berita > Internasional > Saudi Arabia Jalin Kerjasama Dengan Israel di Timur Tengah

Saudi Arabia Jalin Kerjasama Dengan Israel di Timur Tengah

Jerusalem – Arab Saudi dan Israel semaki terang-terangan dalam menujukkan hubungan kerjasama yang erat di kawasan Timur Tengah. Walaupun kedua negara tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, keduanya sama-sama sepakat apabila Iran adalah ancaman bagi keamanan negara dan kawasan.

Saudi Arabia Jalin Kerjasama Dengan Israel di Timur Tengah

Seperti dilansir dari CNN (Minggu, 8/5/2016), Mantan kepala intelijen Saudi Pangeran Turki al-Faisal dan mantan penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yaakov Amidror, mengadakan perbincangan hangat dalam sebuah jamuan makan malam yang digelar Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat di Ibu Kota Washington, Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu.

Meski demikian, Faisal mengatakan kehadiran dirinya dan Amidror bukan berarti kedua negara akan memulihkan hubungan.

Namun telah menjadi rahasia umum apabila, meski Kerajaan Saudi tidak pernah mengakui keberadaan Israel, kedua negara selama ini diam-diam bekerja sama, berbagi informasi intelijen terutama dalam hal terkait isu Iran.

Kedua negara juga sama-sama menolak kesepakatan nuklir Iran dengan negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Saudi juga geram kepada Presiden Barack Obama karena tidak menerapkan sanksi berat kepada Suriah yang dianggap sudah melewati batas menggunakan senjata kimia dalam konflik yang berlangsung sejak Maret 2011.

Apalagi bulan lalu AS menyatakan Saudi terlibat dalam peristiwa serangan teror 11 September 2001 di Kota New York dan Washington.

Faisal menuturkan, hubungan strategis dengan AS masih akan tetap berlangsung meski perlu ada evaluasi dan perbaikan.

“Dari sudut pandang Saudi, hubungan dengan AS akan tetap terjalin,” kata dia.

Senada dengan Faisal, Amidror mengatakan AS tidak tergantikan perannya di Timur Tengah meski dalam hal isu Palestina, Israel dan AS berbeda pandangan.

“Orang yang bilang negara lain juga bisa melakukan apa yang sudah dilakukan AS adalah salah besar,” kata dia.

Baik Faisal dan Amidror sepakat untuk menegaskan apabila negara mereka akan bertindak jika ada penyelewengan dalam kesepakatan Iran yang mereka tentang selama ini.

Faisal berpendapat, segala kemungkinan masih bisa terjadi jika Iran membuat bom nuklir, termasuk menggunakan senjata nuklir buat menghadapi apa pun yang berasal dari Negeri Mullah itu.

Sementara itu, Amidror mengatakan Israel tetap memandang Iran sebagai negara yang bisa membuat bom nuklir dan mengancam keberadaan Israel.

“Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi,” kata dia. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gembong di Kuwait Manfaatkan Merpati Untuk Selundupkan Narkoba

Gembong di Kuwait Manfaatkan Merpati Untuk Selundupkan Narkoba

Jakarta – Berbagai macam cara bisa dilakukan oleh gembong narkoba untuk mengirimkan barang haramnya kepada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis