Home > Ragam Berita > Nasional > Berita Terbaru : Ketua RT dan RW Menolak Penetapan SK Gubernur DKI

Berita Terbaru : Ketua RT dan RW Menolak Penetapan SK Gubernur DKI

Jakarta – Keluhan tentang aplikasi Jakarta Smart City kembali muncul. Beberapa pihak merasa penerapan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 903 Tahun 2016 tentang Pemberian Uang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) kurang tepat. Sebab, RT dan RW diwajibkan untuk melaporkan kegiatan tiga kali sehari di dalam aplikasi tersebut.

Berita Terbaru : Ketua RT dan RW Menolak Penetapan SK Gubernur DKI

Menurut bakal calon gubernur DKI Jakarta Muhamad Idrus, RT dan RW merupakan rekanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mereka bukan bawahan gubernur, wali kota, camat, atau lurah.

Selain itu, mayoritas ketua RT dan RW mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah. Terutama saat siang. Dengan demikian, mereka tidak sempat menjalankan putusan SK tersebut.

”Ketua atau pengurus RT/RW itu bukan pengangguran, kalau diwajibkan melaporkan kegiatan sehari tiga kali dipastikan mengganggu kerjanya. Ketua atau penguras RT/RW itu tokoh masyarakat yang melayani warga, karena panggilan jiwa sosialnya,” katanya kepada wartawan pada Jumat (20/5/2016).

”Pemprov DKI seharusnya tidak usah malu untuk merevisi atau mencabut SK Gubernur DKI Nomor 903 Tahun 2016 yang memberatkan RT/RW!” tambahnya.

Selain itu, lanjut Idrus, mayoritas RT dan RW menolak. Sebab, mereka menilai SK tersebut terlalu memberatkan dengan adanya wajib lapor kegiatan tiga kali sehari di aplikasi Jakarta Smart City. Kemudian, laporan tersebut bakal memengaruhi pengucuran uang operasional.

Sementara itu, aksi penolakan tersebut, antara lain, datang dari pengurus RT 1, RW 1, Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Bahkan, para pengurus di sana bakal mundur dari jabatan masing-masing. Pengurus di beberapa wilayah kota lain pun bakal berdemo jika SK tersebut tetap diterapkan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat oleh US ...