Home > Ragam Berita > Nasional > Ahmad Dhani : Ulama Harusnya Pakai Baju Tradisional, Bukan Gamis Arab

Ahmad Dhani : Ulama Harusnya Pakai Baju Tradisional, Bukan Gamis Arab

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani sempat menyatakan ingin maju dalam Pilgub DKI 2017. Namun, pencalonan tersebut gagal. Kini bos Republik Cinta Management tersebut hanya bisa membayangkan bahwa dirinya adalah presiden.

Ahmad Dhani : Ulama Harusnya Pakai Baju Tradisional, Bukan Gamis Arab

Dia menjelaskan, jika menjadi presiden, dirinya bakal melarang para ulama Indonesia mengenakan gamis ala Arab. Sebab, hal tersebut tidak sesuai dengan budaya asli Indonesia.

”Menurut saya, kalau saya jadi presiden, saya ingin ulama harus pakai baju tradisional, bukan baju Arab, jadi ulama gak pakai sorban,” kata Ahmad Dhani di Gedung Nusantara IV, Ruang Pustakaloka, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2016) malam.

”Saya tidak ingin ulama pakai baju gamis yang ke-Araban, tapi baju tradisional. Saya mungkin se-ekstrim itu,” tambah Dhani.
Ide tersebut dilontarkan Dhani karena dia ingin membangkitkan kembali kecintaan terhadap budaya asli Indonesia, termasuk di dalamnya adalah pakaian-pakaian daerah.

”Mungkin baju-baju tradisional harus dibangkitkan lagi sebagai baju-baju kebanggaan. Sekarang kan kalau saya jadi regulator, nggak usah jadi presiden dulu. Itu buat saya pribadi. Sejauh apa saya terhadap Pancasila, tentu sejauh itu,” tukas Ahmad Dhani. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Habib Rizieq Penjelasan Mengenai Tanda-Tanda Kebangkitan PKI

Habib Rizieq Penjelasan Mengenai Tanda-Tanda Kebangkitan PKI

Jakarta – Sebanyak 30 tanda-tanda kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tanah air mulai nampak. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis