Home > Ragam Berita > Nasional > Ahok Menilai 1 Juta KTP Adalah Bentuk Kekuasaan Rakyat

Ahok Menilai 1 Juta KTP Adalah Bentuk Kekuasaan Rakyat

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung markas Teman Ahok. Tepatnya berada di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tujuannya, menghadiri syukuran tercapainya target satu juta KTP warga Jakarta.

Ahok Menilai 1 Juta KTP Adalah Bentuk Kekuasaan Rakyat

Kedatangan orang nomor satu di Jakarta tersebut pun disambut histeris oleh relawan. Memang, semua orang yang berada di sana menanti kehadiran mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Karena sangat ramai, Ahok pun sulit naik ke podium.

”Pertama-pertama tentu saya terima kasih kepada pendiri dan relawan Teman Ahok maupun yang telah kumpulkan KTP dan teman-teman dari partai politik dan relawan seperti Pak Putu,” katanya pada Minggu (19/6/2016).

Dalam acara itu, turut dihadiri perwakilan partai politik, seperti Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I, Nusron Wahid. Dan pendamping Teman Ahok I Gusti Putu Arta.

Usai memberikan sambutan, secara simbolis, Ahok juga mengacak formulir dukungan warga yang menjadi pendukung kesatu juta. Warga asal Sunter, Jakarta Utara, bernama Yeni terpilih menjadi pendukung kesatu juta. Yeni berkesempatan bertatap muka secara pribadi dengan Ahok.

”Massa satu juta ini, massa proses transformasi bahwa rakyat benar-benar berkuasa,” tandas Ahok. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Terkait HTI, Yusril Ingatkan Jokowi Akan Kesalahan Bung Karno

Terkait HTI, Yusril Ingatkan Jokowi Akan Kesalahan Bung Karno

Jakarta – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bakal berhadapan dengan pemerintah di pengadilan. Oleh karena itu, ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis