Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Menilai Serangan Eks Teman Ahok Tidak Efektif

Pengamat Menilai Serangan Eks Teman Ahok Tidak Efektif

Jakarta – Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk terus maju ke kursi DKI 1 melalui jalur independen terus mendapatkan serangan dari calon lawan tandingnya, yang notabene berangkat dari parpol. Namun, bagi pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito, serangan bertubi-tubi itu, menurut Arie, justru akan meningkatkan popularitas Ahok.

Pengamat Menilai Serangan Eks Teman Ahok Tidak Efektif

Terakhir, meski tidak langsung ditujukan ke Ahok, serangan yang dilakukan oleh mantan Teman Ahok juga dipandang tidak efektif memperlemah perjuangan relawan Teman Ahok. Bahkan, Partai Golkar yang memang datang terakhir, secara terang-terangan telah mendeklarasikan dukungan kepada Ahok.

“Saya kira tidak akan mempengaruhi dukungan kepada Ahok. Saat ini, banyak pihak yang sedang mencari-cari kesalahan Ahok untuk menggugurkan pencalonan,” ujarnya (Kamis, 23/6/2016).

Arie menambahkan, sepanjang serangan-serangan kepada Ahok tidak terbukti bisa masuk ke ranah hukum, maka popularitas Ahok masih terus akan tinggi. “Kalau cuma begitu-begitu saja dan dia bukan menjadi bagian korupsi, tidak akan ada soal buat Ahok,” tegasnya.

Selama ini, Ahok kerap dibenturkan dengan rakyat contoh konkritnya, persoalan Kali Jodo dan penggusuran Luar Batang. Namun bila berkaca pada persoalan tersebut, Ahok tidak bisa dipersalahkan, karena problem masyarakat DKI Jakarta itu sudah berlangsung puluhan tahun dan mengakar. Ahok membuktikan mampu menyelesaikan persoalan tersebut dengan solusi.

Arie kemudian menegaskan, Ahok berulang kali menyatakan bahwa dia sedang membangun sebuah sistem, bahkan jika dia tidak bisa maju dan terganjal, maka sistem di DKI Jakarta sudah terbentuk, sehingga siapapun yang menjadi DKI 1 harus berjalan sesuai sistem.

“Ini terobosan yang dilakukan Ahok. Mulai dari e-budgeting, sampai penegakan Perda Tata Ruang yang selama ini dihindahkan, mulai tertata. Sehingga akhirnya tidak mudah menggoyang Ahok,” ujarnya.

Arie juga mengingatkan apabila Kalijodo yang selama ini dianggap sebagai kawasan ‘hitam’ Ibu Kota, mendadak selesai di tangan Ahok. Dan itu semua bukan sebuah pencitraan, tetapi kerja nyata dari seorang Gubernur DKI Jakarta.

Sosok Ahok, menurut Arie memang dibutuhkan oleh DKI Jakarta. Tidak banyak pemimpin daerah yang ‘berani’ melakukan terobosan. Sehingga dengan demikian, tentu saja, calon penantangnya, akan melakukan segala upaya untuk menumbangkan Ahok karena sulit mencari ‘pesaing’ Ahok.

Bahkan sosok-sosok seperti Yusril hingga Sandiaga, semuanya belum mampu sejajar dengan Ahok.

“Saat ini, rakyat sedang mencari pemimpin yang berani dan bersih. Kalau cuma bersih, enggak bisa. Juga harus berani melawan,” katanya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

PKB Tanggapi Santai Pilihan PAN Terkait UU Pemilu

PKB Tanggapi Santai Pilihan PAN Terkait UU Pemilu

Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak mempermasalahkan perbedaan sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang ...