Home > Ragam Berita > Nasional > Wakil Wali Kota Medan Akhyat Nasution Dicecar 16 Pertanyaan Oleh KPK

Wakil Wali Kota Medan Akhyat Nasution Dicecar 16 Pertanyaan Oleh KPK

Medan – Akhyat Nasution selaku Wakil Wali Kota Medan mendapatkan pemeriksaan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Markas Komando Brimob Polda Sumut, Kamis (23/6/2016).

Wakil Wali Kota Medan Akhyat Nasution Dicecar 16 Pertanyaan Oleh KPK

Akhyat dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota DPRD Sumut.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 diperiksa penyidik KPK. Namun, nama Akhyat Nasution tertulis di nomor urut 29 dalam daftar nama saksi yang diperiksa. Data diperoleh dari Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati‎.

“Untuk pemeriksaan hari ini, ada 29 saksi yang kami panggil. Beberapa di antaranya pengusaha dan anggota DPRD Sumut aktif 2014-2019,” kata Yuyuk Andriati di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Kamis (23/6/2016).

Terdapat juga nama pengusaha Anif Shah ‎dan anaknya Musa Rajek Shah alias Ijek dalam daftar nama saksi selain Akhyar. Beberapa staf ahli juga turut diperiksa.

Sebanyak 29 orang yang diperiksa pada hari keempat pemeriksaan yakni Rahmianna Delima Pulungan, Rooslynda Marpaung, Sahrul, Marasutan Ritonga, Anwar Jaelani, Robby Anangga, Robi Agusman Harahap, Yulizar Parlagutan Lubis, Syah Afandin, Astrayuda Bangun.

Kemudian Yantoni Purba, M Hanafiah Harahap, Zeira Salim Ritonga, Moh Nezar Djoeli, Zulfikar, Musa Rajek Shah, Anif Shah, Benny Meraldy, Hamdan Rifai G, M Rasadi Nasuition.

Selanjutnya Mulkan Ritonga, Ahmad Ikhyar Hasibuan, Rinawati Sianturi, Robert Nainggolan, Syamsul Qodri Marpaung, Muchrid Nasution, Jantoguh Damanik, Siti Aminah, dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Mereka diperiksa setelah KPK menetapkan tujuh orang tersangka baru yang diduga menerima hadiah atau janji dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan merupakan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Ketujuh orang tersangka yakni Muhammad Affan, Budiman Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami, Zulkifli Husein, dan Parluhutan Siregar. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Jakarta – Rencana pemerintah dalam membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI dinilai tidak terlalu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis