Home > Ragam Berita > Nasional > Benarkah Pembuat Vaksin Palsu Bakal Dihukum Mati ?

Benarkah Pembuat Vaksin Palsu Bakal Dihukum Mati ?

Jakarta – Beberapa waktu lalu, beredar vaksin palsu. Nah, kini polisi tealh menangkap 15 orang yang terlibat dalam vaksin tersebut. Mereka pun dikabarkan bakal dihukum mati. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek tidak banyak memberikan komentar.

Benarkah Pembuat Vaksin Palsu Bakal Dihukum Mati ?

Usulan hukuman mati ini sendiri disampaikan oleh pemerhati anak, Seto Mulyadi. Menurutnya, vaksin palsu harus di hukum layaknya pelaku kejahatan narkoba.

”Itu nanti di pengadilan,” kata Nila singkat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Kak Seto menganggap, ada pelanggaran hak anak dalam kasus vaksin palsu. Untuk itulah, dia meminta agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal. Itu untuk menunjukkan bahwa pemerintah dan penegak hukum tak main-main terhadap keselamatan anak Indonesia.

”Karena anak-anak itu yang paling mudah dikorbankan, apa saja. Entah narkoba, vaksin palsu, entah apa saja,” kata dia.

Sanksi maksimal yang dimaksudkannya adalah hukuman mati.

”Sebetulnya gini, kita bandingkan saja dengan narkoba, narkoba kan merusak kehidupan anak, generasi muda. Nah kalau itu (vaksin palsu) juga, saya rasa kalau narkoba bisa hukuman mati, kenapa ini tidak? Jadi mohon, jangan jadikan anak-anak bahan permainan, segala macam, sangat berbahaya,” kata Kak Seto. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Harapan Fadli Zon Pasca Bom Kampung Melayu

Inilah Harapan Fadli Zon Pasca Bom Kampung Melayu

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon tidak sepakat jika dinamika politik yang terjadi selama ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis