Home > Teknologi > Gadget > Hebat, Remaja Ini Bisa Kendalikan Komputer Lewat Gerakan Tangan

Hebat, Remaja Ini Bisa Kendalikan Komputer Lewat Gerakan Tangan

Surabaya – Dalam beberapa film action Hollywood seperti “Mission Impossible,” sang tokoh utama dapat mengoperasikan perangkat komputer dari jarak jauh tanpa harus menyentuhnya. Hal tersebut ternyata menginspirasi seorang Danish Margoya Putra Jatmiko untuk membuat sebuah penelitian.

Hebat, Remaja Ini Bisa Kendalikan Komputer Lewat Gerakan Tangan

Mahasiswa Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) itu pun berusaha mengembangkan sebuah alat yang diberi nama Kinect. Perangkat atau alat untuk mendeteksi gerakan itu lantas dibedah manfaatnya.

Pengembangan pun dilakukan. Alhasil, Danish berhasil membuat tugas akhir dengan judul implementasi pengenalan bentuk tangan untuk mengendalikan mouse dan keyboard.

’’Kegunaannya untuk menggantikan peran mouse dan keyboard,’’ jelasnya (Rabu, 29/6/2016).

Mahasiswa S1 Teknik Informatika tersebut kemudian memperagakan cara kerja hasil penelitiannya. Dia berdiri di depan layar laptop dengan jarak 0,8–1,8 meter.

Di sebelah laptop itu terhubung Kinect. ’’Alat ini sama seperti webcam, tapi ini ada infrared-nya,’’ katanya. Alat tersebut berfungsi mendeteksi jarak dan keberadaan benda di sekitarnya.

Danish membentuk genggaman di tangan kanannya. Seketika, sensor infrared dari Kinect mendeteksi bentuk tangan Danish.

Alat tersebut kemudian menerjemahkan genggaman tangan itu menjadi fungsi menggeser kursor mouse. Saat tangan Danish menunjukkan kelingking, perintah langsung berganti menjadi klik kanan.

’’Kalau telunjuk jadi klik kiri. Kalau jempol jadi perintah tekan,’’ paparnya. Perintah-perintah berdasar bentuk tangan itu, lanjut Danish, sebelumnya direkam dan di-input ke komputer.

Dengan demikian, proses menerjemahkan perintah pun jadi lebih mudah. Total ada 31 bentuk tangan yang direkam Danish dan di-input ke komputer.

Namun bagaimana apabila tangan Danish diganti tangan orang lain? Menurut Danish, perintah tetap bisa terbaca. Namun, akurasinya berkurang.

Sebabnya, idealnya memang menggunakan tangan sendiri, bukan tangan orang lain. ’’Tapi, ini bisa untuk pengembangan selanjutnya,’’ katanya.

Dalam penelitiannya tersebut, Danish dibimbing oleh Erick Pranata. Danish menuturkan, tugas akhir tersebut membutuhkan waktu dua bulan untuk pengerjaan.

Menurutnya, kesulitannya adalah harus mempelajari Kinect lebih dulu sehingga bisa diketahui input atau output alat tersebut. ’’Termasuk rumus-rumus komputer science yang njelimet,’’ ungkapnya.

Selain berkonsultasi dengan dosen, dirinya belajar secara mandiri melalui buku serta situs YouTube. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

OnePlus 5 Dikabarkan Bakal Membuang Fitur Jack Headphone

OnePlus 5 Dikabarkan Bakal Membuang Fitur Jack Headphone

Berijing – Banyak orang memperkirakan jack headphone OnePlus5 5 akan dihilangkan. Namun tak sedikit orang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis