Home > Travel & Kuliner > Kuliner > Nasi Pocong Khas Madura, Terdengar Horor Namun Nikmat

Nasi Pocong Khas Madura, Terdengar Horor Namun Nikmat

Sumenep – Kuliner nasi pocong asal Sumenep, Madura, beberapa waktu ini menarik perhatian dengan nama yang unik. Berawal dari mulut ke mulut serta nama yang kedengarannya asing, menjadi pendukung dari proses penyokong popularitas nasi pocong. Meski tempat berjualannya bukan di pinggiran jalan raya.

Nasi Pocong Khas Madura, Terdengar Horor Namun Nikmat

Kehadiran kuliner nasi pocong ini juga mampu meningkatkan perekonomian beberapa masyarakat Batang-Batang. Salah satunya adalah dengan cara menekan angka pengangguran. Sebab banyak orang yang jadi ikut membuka warung dengan nama yang sama, serta dengan harapan yang sama mengingat kepopuleran nama nasi pocong yang mengundang banyak pelanggan.

Sebenarnya nasi pocong hanyalah nasi biasa, akan tetapi hanya beberapa hal yang memengaruhi sehingga namanya menjadi terdengar horor. Proses penamaan bukan karena nasi ini pedas seperti mie syetan dan yang lainnya. Tapi, karena warung nasi ini hanya buka pada malam hari dan inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa sampai dinamakan nasi pocong. Ditambah lokasi warung yang berada dekat kuburan yang menjadi inspirasi penjual menamakannya nasi pocong.

Walaupun lokasinya dekat kuburan, bukan berarti nasi tersebut adalah makanan para pocong-pocong kuburan setempat. Itu penafsiran yang kurang tepat, dengan proses berpikir yang tidak melewati banyak pertimbangan.

Hasil pantauan Harian Indo, Jumat, (1/7/2016), nasi pocong yang berlokasi di Batang-Batang Daya sebenarnya tidak terlalu istimewa saat dihidangkan. Karena, nasi pocong itu sama dengan dengan nase’ orap dalam istilah bahasa Madura dengan lauk ote-ote atau orang Pamekasan menyebutnya dengan ‘kue’. Terdapat hal yang menjadi pembeda nasi pocong, yaitu racikan sambal yang khas dan tidak ada yang bisa mencontohnya sampai sekarang.

Dikarenakan jam bukanya pada malam hari, maka nasi pocong sangatlah cocok untuk menjadi santapan pada saat sahur. Keadaan yang mengantuk akan bisa bersemangat kembali untuk menikmati santap sahur dengan nasi pocong. Mengingat cita rasa yang tidak bisa disepelekan. Bahkan para penikmat nasi pocong mengatakan, ”Harga boleh kaki lima, tapi cita rasa tetap bintang lima,” Berhubung dengan hanya membutuhkan tiga ribu rupiah saja Anda sudah bisa menikmatinya.

Terdapat waktu-waktu khusus yang harus diperhatikan oleh para pelanggan, yaitu setiap malam Rabu dan malam Minggu. Kenapa harus diperhatikan? Pada malam-malam tersebut pasti membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan nasi pocong karena harus mengambil antrian untuk membelinya. Agar tetap bisa menikmati, jadi bagi Anda para pemburu kuliner unik, sebaiknya mengambil waktu selain dua malam tersebut. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Resep Beef Steak Ala Resto

Resep Beef Steak Ala Resto

Jakarta – Ingin menikmati steak ala restoran namun malas keluar? Cobalah membuat steak sendiri di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis