Home > Ragam Berita > Internasional > Berita Internasional : Pendeta Ini Diduga Tewas Dibunuh Anggota ISIS

Berita Internasional : Pendeta Ini Diduga Tewas Dibunuh Anggota ISIS

Dhaka – Seorang pendeta hindu didapati tewas pada Jumat (1/7/2016). Jenazahnya ditemukan di kuil Bangladesh. Negara tersebut memang sedang terjadi gejolak agama. Selain pendeta Hindu, kelompok garis keras di pun bakal menganiaya pegiat liberal, penganut aliran kecil Islam, dan agama lain.

Berita Internasional : Pendeta Ini Diduga Tewas Dibunuh Anggota ISIS

ilustrasi

Hingga berita ini diturunkan, polisi mengaku belum mengetahui alasan di balik serangan tersebut dan belum ada tersangka yang ditahan.

Shaymanonda Das, 45, ditemukan tewas di dalam kuilnya, di sekitar kantor Distrik Jhenaidah, 300 kilometer barat daya ibukota Bangladesh, Dhaka.

”Pendeta itu sedang menyiapkan bunga untuk sembahyang pagi. Pada saat itu, tiga anak muda datang mengendarai sepeda motor dan langsung mengayau dia dengan golok, kemudian melarikan diri,” kata Mahbubur Rahman, kepala pemerintah Distrik Jhenaidah, Jumat (1/7/2016).

“Cara pembunuhan itu mirip dengan gerakan kelompok garis keras di wilayah setempat, tetapi kami tidak dapat mengungkap banyak saat ini,” terangnya.

Kelompok garis keras yang disebut-sebut berafiliasi dengan ISIS telah menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah pembunuhan yang belum lama terjadi. Meskipun pemerintah sebelumnya mengelak bahwa kelompok garis keras Sunni.

x

Check Also

Inilah Harapan FPCI saat Pelantikan Donald Trump

Inilah Harapan FPCI saat Pelantikan Donald Trump

Washington – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis