Home > Ragam Berita > Nasional > Berita Terkini : Panitia Kerja Vaksin Palsu Bakal Segera Dibentuk

Berita Terkini : Panitia Kerja Vaksin Palsu Bakal Segera Dibentuk

Jakarta – Kasus vaksin palsu memang membuat geger masyarakat. Sebab, ada 14 rumah sakit dan klinik yang diduga memakai vaksin palsu. Karena kejadia tersebut, Komisi IX DPR bakal segera bertindak. Mereka bakal membentuk panitia kerja (panja). Tujuannya, segera merampungkan kasus beredarnya vaksin tersebut.

Berita Terkini : Panitia Kerja Vaksin Palsu Bakal Segera Dibentuk

Nah, ada beberapa poin tugas yang bakal di lakukan panja. Misalnya, mengawasi peredaran obat dan vaksin palsu.

”Karena vaksin ini hanya segelintir sebuah permainan obat-obat yang kita tahu marak di mana-mana. Bayangkan saja dokter saja enggak tahu itu palsu atau tidak,” kata Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf Effendi di DPR RI, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Pihaknya pun sangat berharap Panja dapat menguak dalang di balik penyebaran vaksin palsu. Sayangnya, mereka bakal bertugas selama 120 hari. Karena itu, pihaknya bakal meminta dukungan masyarakat untuk menaruh kepercayaannya kepada pihak Panja.

”Kita bisa tahu kalau kita telusuri siapa backing, yang mengizinkan, di mana cara membuat dan sebagainya kan susah. Setiap tahun pasti ada pelaku-pelaku baru yang selalu mencari celah. Nah, ini kita harus cari tahu agar celah ini bisa kita tutup,” tandasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Emirsyah Satar Ditetapkan sebagai Tersangka Suap Lintas Negara

Emirsyah Satar Ditetapkan sebagai Tersangka Suap Lintas Negara

Jakarta – Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar telah ditetapkan sebagai tersangka oleh ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis