Home > Ragam Berita > Internasional > Indonesia Dinyatakan Bersalah Oleh Pengadilan Den Haag Atas Peristiwa Berdarah 1965

Indonesia Dinyatakan Bersalah Oleh Pengadilan Den Haag Atas Peristiwa Berdarah 1965

Jakarta – Pada tahum 2015 lalu Indonesia pernah dinyatakan bersalah dalam pengadilan International People’s Tribunal (IPT) di Den Haag yang dipimpin oleh Hakim Ketua Yacoob asal Afrika Selatan.

Indonesia Dinyatakan Bersalah Oleh Pengadilan Den Haag Atas Peristiwa Berdarah 1965

Sidang tersebut berlangsung pada 10-13 November 2015 lalu di Den Haag dengan menghadirkan 10 orang saksi untuk mengungkap kasus peristiwa di tahun 1965 silam.

Dalam keputusannya, Indonesia dinyatakan bersalah dalam peristiwa pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Tindakan pembunuhan massal, dan semua tindak pidana tidak bermoral pada peristiwa 1965 dan sesudahnya, dan kegagalan untuk mencegahnya atau menindak pelakunya, berlangsung sepenuhnya di bawah tanggung jawab Negara Indonesia,” kata Yacoob tentang putusannya, Rabu (20/7/2016).

Dalam pengadilan tersebut terdapat 10 dakwaan yang diajukan kepada penguasa pada waktu itu yaitu pembunuhan massal, pemusnahan, pemenjaraan, perbudakan, penyiksaan, penghilangan paksa, kekerasan seksual, pengasingan, propaganda palsu, keterlibatan negara lain, hingga genosida.

“Karena tindakan ini diarahkan pada kelompok-kelompok tertentu, dengan tujuan khusus untuk menghancurkan sekelompok, sebagian atau seluruhnya. Tindakan tersebut menyangkut sejumlah tindakan yang tertera dalam Konvensi Genosida 1948,” lanjutnya.

Karena itu, Yacoop mendesak Pemerintah Indonesia untuk meminta maaf kepada para korban dan melakukan rehabilitasi sehingga korban dapat kembali menikmati hak-haknya yang dijamin oleh hukum Indonesia dan hukum internasional.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Jonru Kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Jonru Kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Jakarta – Aktivis media sosial, Jonru Ginting, kembali dilaporkan ke polisi oleh Ketua Advokat Muda ...