Home > Teknologi > Games > Tanggapi PNS Yang Main Pokemon Go, Aher : “Pegawai Itu Kurang Kerjaan”

Tanggapi PNS Yang Main Pokemon Go, Aher : “Pegawai Itu Kurang Kerjaan”

Bandung – Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, menilai jika bermain game Pokemon Go merupakan kesia-siaan. Ia menilai game yang saat ini tren tersebut hanya dimainkan oleh pegawai yang kurang kerjaan dan tidak produktif. Karena itu jika ada PNS yang bermain games ini kemungkinan besar pemalas.

Tanggapi PNS Yang Main Pokemon Go, Aher : "Pegawai Itu Kurang Kerjaan"

“Pegawai-pegawai itu kurang kerjaan,” kata gubernur yang akrab disapa Aher ini kepada wartawan di Gedung Sate, Bandung, Rabu (20/7/2016).

Aher berpendapat, guna mencegah PNS bermain Pokemon Go maka kepala dinas dan badan cukup memberi mereka pekerjaan agar tidak ada waktu luang untuk bermain ini.

Selain itu, Aher juga melarang masyarakat umum mencari Pokemon di kantor Gedung Sate.

“Ah jangan-jangan, sudah menimbulkan masalah sosial dimana-mana, jangan,” katanya.

Aher menambahkan, pihaknya games ini mengganggu tak hanya waktu pribadi namun juga kantor pemerintahan dirinya melarang warga berburu Pokemon di Gedung Sate.

“Satu itu (melarang) ,” katanya.

Kemudian, Aher menyarankan untuk memperbanyak waktu dengan bekerja dan membaca. Selama ini, Ia membuka internet pun digunakan untuk mencari informasi.

“Semalam juga saya nanya seperti apa sih Pokemon Go? Boro-boro karena agenda padat banget,” katanya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Beberapa Game yang Dapat Dipasang di MacBook Pro

Inilah Beberapa Game yang Dapat Dipasang di MacBook Pro

Jakarta – Anda salah seorang user MacBook Pro yang bingung game yang dapat dimainkan? Tenang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis