Home > Ragam Berita > Internasional > Berita Internasional : Rakyat Turki Minta Pelaku Kudeta Dihukum Mati

Berita Internasional : Rakyat Turki Minta Pelaku Kudeta Dihukum Mati

Ankara – Beberapa waktu lalu, Turki diguncang kudeta. Beruntung, itu adalah aksi gagal. Nah, kini para pelaku kudeta yang tertangkap bakal dihukum. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bakal menjatuhkan hukuman mati. Dia pun berdalih hukuman itu adalah permintaan rakyat.

Berita Internasional : Rakyat Turki Minta Pelaku Kudeta Dihukum Mati

Semenjak upaya kudeta militer Turki terjadi, Erdogan beserta pejabat di pemerintahan Turki memberikan klaim bahwa saat ini mereka tengah mencoba untuk melegalkan kembali hukuman mati di negara tersebut.

Usaha pelegalan kembali hukuman mati ini sebenarnya sudah berusaha dijegal oleh para pejabat di Uni Eropa yang menuturkan, jika Turki kembali melegalkan hukuman mati maka hal tersebut akan menjadi penghalang Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Namun, Presiden Erdogan tetap nekat ingin mengembalikan hukuman mati dengan beralasan, keputusan tersebut merupakan suara rakyat di Turki.

”Apa yang rakyat (Turki) inginkan pada saat ini,” ujar Erdogan sebagaimana diberitakan Reuters pada Selasa (26/7/2016).

”Mereka ingin hukuman mati kembali diterapkan. Dan kami sebagai pemerintah harus mendengar apa yang rakyat inginkan. Kami tidak bisa mengatakan ‘tidak’, itu tidak menarik buat kami,” tambahnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Oposisi Siap Lakukan Dialog Perdamaian di Syria

Oposisi Siap Lakukan Dialog Perdamaian di Syria

Damaskus – Syria Tampaknya bakal temui Kedamaian. Pada Senin (16/1/2017), kelompok oposisi bersenjata dengan tegas ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis