Home > Teknologi > Freddy Budiman Sempat Gemakan Takbir Saat Jalani Eksekusi Mati

Freddy Budiman Sempat Gemakan Takbir Saat Jalani Eksekusi Mati

Cilacap – Kejaksaan Agung melakukan eksekusi mati terhadap empat terpidana pada Jumat dini hari di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Keempat terpidana itu adalah Freddy Budiman, Seck Osmane, Michael Titus dan Humprey Ejike.

Freddy Budiman Sempat Gemakan Takbir Saat Jalani Eksekusi Mati

Freddy Budiman merupakan salah satu terpidana mati yang pertama kali dieksekusi saat cuaca sedang hujan deras itu. Ketika dieksekusi, Freddy Budiman ternyata berpakaian rapi dan bersih. Tepatnya, ia mengenakan pakaian gamis.

“Freddy rapih, bersih, pakaiannya putih. Iya (pakai gamis),” kata rohaniwan Hasan Makarim, saat ditemui di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7/2016) dini hari.

Selain itu, Freddy juga tampak tenang ketika menghadapi regu tembak. Bahkan, ia sempat mengucapkan seruan takbir.

“Iya, seperti itulah Freddy,” ucap Hasan.

Freddy Budiman (37) adalah warga negara Indonesia (WNI) yang dipidana mati atas kasus impor 1,4 juta butir ekstasi. Tiga terpidana lainnya yang telah dieksekusi mati adalah Michael Titus (34) warga Nigeria, dengan barang bukti 5.223 gram heroin, Humprey Ejike (40) warga Nigeria dengan barang bukti 300 gram heroin, dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34) warga Afrika Selatan dengan barang bukti 2,4 Kg heroin. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

KPU DKI Harus Awasi Secara Ketat Pendataan DPT Pilgub Putaran Dua

KH Cholil Nur Berharap Putaran Kedua Pilgub DKI Aman dan Damai

Jakarta – Pilkada putaran kedua DKI Jakarta akan digelar kembali pada 19 April 2017 diharapkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis