Home > Hiburan > Film > Russo Bersaudara Bicara Tentang Perbedaan Ending Film Civil War dengan Versi Komik

Russo Bersaudara Bicara Tentang Perbedaan Ending Film Civil War dengan Versi Komik

Los Angeles – Sebagai film pembuka fase ke tiga film-film Marvel, Captain America: Civil War menampilkan pertempuran antara dua pahlawan terbesar dari waralaba ini: Captain America dan Iron Man. Meskipun film ini mengambil beberapa elemen dari seri Civil War karya Mark Miller, ada detail-detail yang sengaja diubah atau bahkan dihilangkan sepenuhnya dalam proses pengadaptasian dari halaman komik menjadi film layar lebar.

Russo Bersaudara Bicara Tentang Perbedaan Ending Film Civil War dengan Versi Komik

Salah satu momen paling berkesan yang ada dalam komik adalah adegan pertempuran finalnya. Dalam ending versi komik tersebut, diceritakan ada beberapa warga sipil yang membantu Captain America dengan menahan punggungnya, ketika Captain America hendak melancarkan sebuah manuver terakhir untuk mengalahkan Iron Man. Namun Captain America menyerah, kemudian dibunuh oleh Crossbones (atas komando dari Red Skull) dan Sharon Carter yang telah dicuci otaknya oleh Doctor Faustus. Meskipun demikian, akhir yang tragis ini tidak ditampilkan dalam versi filmnya. Duo sutradara Anthony dan Joe Russo menginginkan kesimpulan yang sepenuhnya berbeda untuk pertempuran final mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan Empire, Sabtu (30/7/2016), Anthony dan Joe menjelaskan kenapa mereka memilih ending berbeda yang tidak melibatkan tewasnya Captain America. Alasannya, ternyata berkaitan dengan bagaimana sebagian besar penonton mempersepsikan genre film ini.

Di akhir film, baik Iron Man dan Captain America dibuat tetap hidup, namun hubungan yang terjalin – tak hanya antara keduanya, namun antara seluruh anggota Avengers – masih tetap retak, dan meninggalkan sebuah open ending dan menyisakan pertanyaan bagaimana tim Avengers ini akan berjalan kedepannya. Joe Russo lebih jauh menjelaskan, mematikan tokoh Captain America tidak pernah menjadi pilihan bagi keduanya ketika membuat film ini. Menurutnya, opsi itu dianggap sebagai sebuah penyelesaian yang terlalu mudah. “Kami menginginkan ending yang lebih sulit dan kusut, untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul terkait hubungan mereka. Dengan membunuh Captain America, maka otomatis akan meniadakan pula kemungkinan itu. Karena yang ada hanyalah rasa bersalah dari sisi Tony”. Anthony Russo melihat konflik dalam film ini sebagai sebuah “family fight”. Ia menambahkan bahwa “Salah satu situasi sulit sekaligus menarik yang mungkin muncul dari sebuah family fight adalah pertanyaan: bisakah hubungan berharga ini diperbaiki? Apakah keluarga ini telah hancur secara permanen?”

Momen penting lainnya dalam adegan kesimpulan di film Civil War adalah ketika Captain America menyerahkan perisainya pada Iron Man, ketika Tony mengatakan bahwa perisai vibranium itu bukanlah miliknya. Melalui adegan ini, Steve mengatakan secara implisit bahwa ia bukan lagi seorang Captain America. Mengenai adegan ini, Anthony berkomentar, “Merelakan perisainya adalah sebuah bentuk tampikan atas identitasnya sebagai Captain America, dan sebuah pilihan untuk menjadi Steve Rogers”. Joe Russo menambahkan bahwa Steve kini telah menjadi seorang pemberontak sepenuhnya. Dan menggambarkan perubahan Steve dari seorang pahlawan dalam film Captain America yang pertama, hingga menjadi seorang pemberontak di film ketiga, baginya adalah salah satu hal paling menarik yang ia lakukan dalam franchise ini.

Pada akhirnya, kini tim Avengers pun tak lagi solid. Tim yang dipimpin Tony Stark ini kini beranggotakan seorang superhero di bawah umur (Spider-Man), seorang pahlawan dengan cedera fisik parah (War Machine), dan seorang robot yang tidak terlalu menyukai Stark (the Vision). Dengan tersisanya dua sekuel Avengers lagi yang membutuhkan deretan pahlawan yang lebih besar dibanding dengan yang ada di Civil War, menempatkan posisi Tony Stark cs. dalam situasi yang amat sulit. Namun situasi itu lah justru yang diinginkan oleh Russo bersaudara dan presiden Marvel Studios, Kevin Feige.

Sebelum para superhero ini akan saling berhadapan satu sama lain dalam dua sekuel Avengers (yang kini tidak lagi akan berjudul Infinity War), kita akan menyaksikan beberapa film superhero baru, seperti Doctor Strange, dan beberapa superhero lama lainnya yang akan kembali dalam film solonya masing-masing (Black Panther, Ant-Man, Thor, dan the Guardians of the galaxy). Semoga saja, film-film solo ini akan memberika petunjuk dan gambaran terhadap status terkini dari tim Avengers sebelum mereka akan dipertemukan sekali lagi dalam satu film untuk sebuah pertempuran yang lebih besar. (Rini Masriyah – harianindo.com)

x

Check Also

Menarik, Bajaj Muncul di Film Cars 3

Menarik, Bajaj Muncul di Film Cars 3

New York – Michael Daley selaku Story artist dalam film Cars 3 memberikan kejutan dengan ...