Home > Ragam Berita > Nasional > Bule Asal Belanda Menyangka Ahok Adalah Presiden RI

Bule Asal Belanda Menyangka Ahok Adalah Presiden RI

Jakarta – Ada peristiwa unik ketika upacara bendera di Lapangan Eks IRTI, Monumen Nasional, Rabu (17/8/2016) berlangsung.

Bule Asal Belanda Menyangka Ahok Adalah Presiden RI

Empat orang turis yang diketahui berasal dari Belanda terlihat berdiri di barisan media yang meliput.

Keempat turis tersebut membawa kamera dan memotret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu tengah menjadi Inspektur Upacara (irup) Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.

Salah seorang turis yang bernama Simon menjelaskan jika dirinya datang bersama tiga anggota keluarganya. Keempatnya menyempatkan berlibur ke Pulau Dewata sebelum menyambangi Jakarta.

“Kami tahu hari ini Hari Kemerdekaan Indonesia, kami juga malu karena sekarang di mana-mana banyak perang. Makanya kami sengaja menonton upacara bendera,” kata Simon.

Hal menggelitik lainnya terjadi saat Simon sempat menyebut kepada wartawan, bahwa Ahok juga adalah salah satu calon Presiden Republik Indonesia.

“Oh dia bukan calon presiden, dia (Ahok) calon gubernur,” jawab wartawan.

Simon juga mempertanyakan sedikitnya jumlah masyarakat umum yang mengikuti upacara tersebut.

Wartawan menjawab bahwa upacara tersebut hanya diikuti oleh pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Hebat! Meski Dikeroyok, Anggota Kopassus Ini Bikin 7 Pemuda Mabuk Lari dan 1 Orang Pingsan

Hebat! Meski Dikeroyok, Anggota Kopassus Ini Bikin 7 Pemuda Mabuk Lari dan 1 Orang Pingsan

Jakarta – Seorang anggota Kopassus dari Satuan 81 / Penanggulangan Teror yang bernama Sertu Wahyu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis