Home > Ragam Berita > Nasional > Heboh, Pizza Hut dan Marugame Udon Diduga Pakai Bahan Kadaluarsa

Heboh, Pizza Hut dan Marugame Udon Diduga Pakai Bahan Kadaluarsa

Jakarta – Beberapa hari ini publik dibuat heboh dengan laporan tim investigasi dari majalah Tempo dan BBC Indonesia yang mengungkapkan bahwa jaringan restoran internasional, yakni Pizza Hut dan Marugame Udon memakai bahan yang telah kadaluarsa.

Heboh, Pizza Hut dan Marugame Udon Diduga Pakai Bahan Kadaluarsa

Tim investigasi gabungan BBC dan Tempo memperoleh beberapa dokumen berupa emai dan foto-foto dari seorang mantan petinggi di Sriboga Food Group. Sumber yang mengaku telah lama bergabung dengan perusahaan makanan tersebut bersedia memberikan bukti-bukti, namun ia meminta identitasnya tidak dibuka.

“Awalnya saya tidak ingin berbicara kepada pers, karena sekali diungkapkan kepada pers, hal ini akan diketahui umum, dan akan menjadi masalah yang merusak, yang tak bisa diperbaiki dengan cepat, bahkan bisa tak bisa lagi dikendalikan,” kata sumber ini.

“Namun tampaknya, pers merupakan satu-satunya jalan terakhir untuk memastikan (bahwa praktik perpanjangan masa kedaluwarsa ini dihentikan),” imbuhnya

“Yang penting (praktik ini) tidak terjadi lagi dan orang yang bertanggung jawab dihukum secara setimpal,” tegasnya.

Sriboga Food Group sendiri merupakan induk dari PT Sriboga Raturaya yang membawahi berbagai usaha restoran di Indonesia termasuk Marugame Udon, Pizza Hut Indonesia, Pizza Hut Delivery (PHD), dan The Kitchen by Pizza Hut.

Kepada tim investigasi, sumber terebut lantas mulai menceritakan bagaimana pertama kali ia menemukan kasus ini saat melihat beberapa galon berisi saos Tempura dengan stiker yang menandakan perpanjangan masa simpan. Ia lantas menanyakan perihal stiker tersebut dan mendapatkan jawaban bahwa hal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Quality Assurance (QA) divisi Jaminan Mutu perusahaan.

Tidak puas dengan jawaban yang ia terima, sumber ini lantas mencari tahu sejak kapan praktik seperti ini dilakukan, dan ia mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan bahwa hal itu telah dilakukan sejak lama, bahkan jauh lebih sejak Marugame Udon berdiri di Indonesia pada tahun 2013. Sementara itu, PT Sriboga Raturaya mengambil alih Pizza Hut Indonesia sejak 2004 silam.

Ia sebenarnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat ini karena yang ia tahu penanganan bahan makanan di outlet-outlet Pizza Hut luar biasa bagus.

“Mulai dari kapal sampai ke warehouse itu bagus. Di outlet, bagus sekali. Pizza Hut dan PHD benar-benar dijaga (kesehatan makanannya). Banyak ketentuannya, trainingnya juga bagus, (karenanya) jarang ada pegawai keluar dari Pizza Hut,” kata sang sumber.

“Apa yang terjadi di warehouse sampai gudang-gudang kecil di daerah itu yang abu-abu,” katanya.

Dari dokumen yang diterima tim investigasi yang telah dibuktikan keasliannya terlihat dilakukannya perpanjangan masa pakai bahan-bahan yang digunakan untuk Marugame Udon, Pizza Hut Indonesia dan Pizza Hut Delivery.

Dalam berkas berjudul Summary Extension Shelflife 2015-2016 dengan kop surat Sriboga Food Group itu dicantumkan, produk yang diperpanjang sendiri masa kedaluwarsanya itu antara lain produk berbahan daging : Veggie Chicken Sausage (sosis ayam dan sayuran), dan produk berbahan susu, Carbonara Sauce Mix -adonan saus karbonara.

Produk-produk lain juga dilakukan perpanjangan masa kadaluarsanya, seperti Puff Pastry – bahan pembuatan kue, Brownies Mix -adonan brownies, bahan marinade Citrus Marinade, dan saus sate, Satay Sauce dan saus XO -XO Sauce.
Selain itu ada juga beberapa makanan yang digunakan untuk restoran Marugame, seperti bubuk bonito, saos tempura dan sukiyake.

Sejumlah bukti foto menunjukkan bahan untuk kuah ikan udon Marugame, bubuk Bonito, diperpanjang masa kadaluarsanya hingga tiga bulan dari tanggal yang telah ditetapkan oleh produsennya di Shanghai.

Heboh, Pizza Hut dan Marugame Udon Diduga Pakai Bahan Kadaluarsa

Pada bukti foto terlihat, kemasan bubuk Bonito tersebut ditempel stiker berisi keterangan: nama perusahaan eksportir, berat bersih produk, kode produksi, tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa. Namun ada stiker tambahan pada kemasan tersebut yang menyatakan bahwa dilakukan perpanjangan waktu selama tiga bulan dari tanggal kadaluarsa yang seharusnya.

Dari data yang diberikan kepada tim investigasi, ada delapan paket bubuk bonito yang diperpanjang masa simpannya hingga tiga bulan selama semester kedua 2015.

Menurut Undang-Undang Pangan No 18 tahun 2012 Pasal 143 disebutkan bahwa menambahkan label atau stiker baru merupakan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi hukuman penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 4 milyar.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Video Habib Rizieq : "Pancasila Tinggal Tunggu Waktu Diobok-obok Oleh Mereka"

Video Habib Rizieq : “Pancasila Tinggal Tunggu Waktu Diobok-obok Oleh Mereka”

Jakarta – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sepertinya tidak akan berhenti melakukan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis