Home > Ragam Berita > Nasional > Bertarung di Pilgub DKI, Sandiaga Uno Tanggalkan Jabatan Ketua PB PRSI

Bertarung di Pilgub DKI, Sandiaga Uno Tanggalkan Jabatan Ketua PB PRSI

Jakarta – Kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyatakan diri mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI).

Bertarung di Pilgub DKI, Sandiaga Uno Tanggalkan Jabatan Ketua PB PRSI

Sandiaga juga meminta maaf karena harus melepaskan kursi kepemimpinannya untuk ikut berlaga dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 dan meninggalkan banyak pekerjaan rumah (PR) di organisasi olahraga akuatik.

“Mandat saya selesai April 2017. Tapi karena kesibukan saya mengikuti proses pencalonan wakil gubernur, saya tidak ingin menyandera PRSI. Saya tidak ingin menggunakan organisasi ini untuk melakukan kampanye selain untuk menjaga kenetralan organisasi olahraga. Maka saya mundur lewat Munas ini,” ujarnya usai membuka Musyawarah Nasional PRSI 2016 di Jakarta, Jumat (30/9/2016) malam.

Sandiaga menambahkan, ia telah meminta pengurus PRSI daerah dalam Rapat Kerja PRSI Februari 2016 untuk memajukan munas enam bulan lebih awal. Ia menampik anggapan percepatan munas dilakukan karena ada mosi tidak percaya dari anggota PB PRSI dan akan dilakukan konferensi luar biasa (KLB) karena tidak peduli pada PRSI provinsi dan macetnya program-program pembinaan dan kejuaraan.

Ia ingin PB PRSI harus mengejar ketertinggalan prestasi dalam kejuaraan-kejuaraan multi olahraga seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade yang sudah banyak ketinggalan. Selama menjabat Ketum PB PRSI sejak 2013, tidak ada prestasi istimewa yang ditorehkan atlet-atlet renang.

Pada level Asian Games, PRSI gagal karena tidak satu pun meraih medali. Sementara pada SEA Games, hanya bisa meraih satu medali emas lewat nomor renang dan nomor renang indah serta polo air menyumbang medali perak.

“Kita sudah 25 tahun tidak merasakan juara di Asian Games. Pembinaan atlet-atlet muda renang Indonesia harus semakin mendapatkan prioritas, terutama ketika mereka akan masuk tingkatan senior atau atlet elit,” ucapnya.

“Atlet-atlet muda kita tidak dapat bersaing karena kita tidak punya sinergi yang baik untuk mengirim mereka berlatih ke luar negeri. Itu menjadi PR bagi pengurus besar, pemerintah, KONI, dan KOI. Saya berharap kepengurusan berikutnya menargetkan lebih banyak medali emas karena kita punya potensi,” kata Sandiaga.

Ketua Penjaringan Calon Ketua Umum PRSI 2016-2020, Sarman Simanjorang menilai berpendapat, percepatan Munas bukan karena ada kudeta atau karena adanya mosi tidak percaya dari internal PRSI yakni pengurus disiplin cabor. Meskipun ada oknum yang menghembuskan isu tersebut, namun dia memastikan apabila dalam Rakernas lalu, semua tetap menyetujui jika kepemimpinan PRSI tetap berada di tangan Sandiaga Uno hingga pelaksanaan Munas berlangsung.

“Saat ini, status ketua umum adalah cuti. Dia mengambil cuti sejak sebulan lalu dan kepemimpinan PRSI kini di tangan para wakil ketua umum dengan bidang masing-masing. Saat ini terdapat dua orang yang telah mendaftar sebagai calon ketua umum organisasi olahraga renang, yaitu Anindya Bakrie dan Ketua PRSI Provinsi Riau Syamsu Rizal,” ucapnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

FPI Berharap Kapolda Baru Bisa Segera Rampungkan Kasus Pornografi

FPI Berharap Kapolda Baru Bisa Segera Rampungkan Kasus Pornografi

Jakarta – Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Pawiro, mengharapkan pergantian Kepala Kepolisian Daerah Polda ...