Home > Ragam Berita > Internasional > Berita Internasional : UU Pembungkam Aktivis di Myanmar Telah Dicabut

Berita Internasional : UU Pembungkam Aktivis di Myanmar Telah Dicabut

Nay Pyi Taw – Myanmar belum lama ini mencabut sebuah peraturan. Yakni, UU Otoriter. Biasanya peraturan tersebut dipakai junta militer. Mereka pun telah puluhan tahun menaati hal tersebut. Berdasar informasi, UU tersebut digunakan untuk membungkam musuh. Selain itu, mereka dapat dipenjara tanpa dakwaan dan pengadilan.

Berita Internasional : UU Pembungkam Aktivis di Myanmar Telah Dicabut

UU tersebut pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah Myanmar pada 1950 untuk menangkal pemberontak berlatar belakang kesukuan. Namun, UU tersebut kemudian digunakan junta militer sejak 1962 untuk membungkam para aktivis.

Mayoritas anggota parlemen yang berasal dari Partai Liga Nasional Demokratik (NLD) memilih untuk mencabut UU tersebut. Pilihan tersebut dianggap wajar karena sebagian besar dari mereka adalah bekas tahanan politik di masa pemerintahan junta militer.

Sementara, anggota militer yang menguasai 25 persen kursi parlemen menolak pencabutan. Ketua Badan Legislatif Parlemen Myanmar Tun Tun Hein menuturkan, pencabutan UU akan efektif dalam dua pekan ke depan.

”UU ini digunakan oleh diktator sosialis untuk menangkap siapa pun yang menentang mereka. Sekarang kita mencabutnya karena Myanmar lebih demokratis,” ujar Tun Tun Hein sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu (5/10/2016).

Salah satu pasal dalam UU tersebut yang paling mencolok adalah hukuman tujuh tahun penjara bagi siapa pun yang dianggap mempengaruhi moralitas atau perilaku sekelompok orang di muka umum. Thein Than Oo mengaku pernah dipenjara dua kali berdasarkan UU tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

"Demi Bisa Kabur, Militan ISIS Menyamar Jadi Perempuan"

“Demi Bisa Kabur, Militan ISIS Menyamar Jadi Perempuan”

Mosul – Sejak dikuasai oleh pihak tentara Irak pada 10 Juli 2017, Mosul menjadi kota ...