Home > Ragam Berita > Nasional > Pria Ini Meninggal setelah Dikerok di Panti Pijat

Pria Ini Meninggal setelah Dikerok di Panti Pijat

Tangsel – Husen Atanggae (46) meninggal di panti pijat. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Jombang, RT 3, RW 6, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (7/10/2016). Saat itu, korban ingin dipijat Supiati (43). Lalu, terapis tersebut diminta untuk mengerok Husen.

Pria Ini Meninggal setelah Dikerok di Panti Pijat

Setelah dikerok, ternyata kondisi pria asal Flores, NTT, itu semakin memburuk. Supiati yang panik, memanggil rekannya sesama terapis bernama Rukiah (43) dan Siti Surtini (39) untuk memijat-mijat tubuh korban yang sudah tak sadarkan diri.

Korban lalu digotong ke kamar depan yang merupakan ruang utama terapis. Selanjutnya, terapis menghubungi dokter untuk memeriksa kesehatannya.

“Dokter yang tiba dilokasi langsung melakukan pengecekan, dan ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri.

Polisi yang mendatangi praktik panti pijat tersebut sempat memeriksa keterangan sejumlah saksi, dan diketahui bahwa korban memang sedang mengeluh sakit saat mendatangi panti pijat itu.

“Ditemukan sejumlah obat milik korban jenis Siladek sirup dan obat pegal linu, Neuralgin 1 strip. Diduga korban memang meninggal karena sakit,” katanya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Hebat! Meski Dikeroyok, Anggota Kopassus Ini Bikin 7 Pemuda Mabuk Lari dan 1 Orang Pingsan

Hebat! Meski Dikeroyok, Anggota Kopassus Ini Bikin 7 Pemuda Mabuk Lari dan 1 Orang Pingsan

Jakarta – Seorang anggota Kopassus dari Satuan 81 / Penanggulangan Teror yang bernama Sertu Wahyu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis