Home > Ragam Berita > Internasional > AS Lakukan Serangan Balasan kepada Kelompok Militan Houthi

AS Lakukan Serangan Balasan kepada Kelompok Militan Houthi

Washington – Beberapa waktu lalu, USS Mason dua kali dihujani misil. Serangan ke kapal Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat tersebut dilakukan kelompok militan Houthi. Karena itu, AS akhirnya melakukan serangan balasan ke Yaman. Serangan tersebut dilakukan pada Kamis dini hari (13/10/2016).

AS Lakukan Serangan Balasan kepada Kelompok Militan Houthi

Militer AS meluncurkan misil penjelajah Tomahawk untuk menghancurkan radar pesisir pantai di Yaman. Misil diluncurkan sekira pukul 04.00. Pihak militer AS mengklaim tiga lokasi penempatan radar yang ada di wilayah kekuasaan Houthi hancur lebur akibat serangan balasan itu.

Baca juga: http://www.harianindo.com/2016/10/13/144199/berita-internasional-putin-tegaskan-terorisme-eropa-terjadi-lantaran-ulah-as/

Juru Bicara Pentagon –Kementerian Pertahanan AS– Peter Cook mengatakan Presiden Barack Obama telah mengizinkan serangan tersebut setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Pertahanan Ash Carter dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford.

“Serangan pertahanan diri terbatas ini dilakukan untuk melindungi personel, kapal, dan kebebasan navigasi kami di jalur pelayaran maritim yang penting ini. AS akan merespons seluruh ancaman dengan cara yang tepat,” ujar Peter Cook sebagaimana diberitakan NBC News pada Kamis (13/10/2016).

Sebagaimana diberitakan, Kapal USS Mason kembali menjadi sasaran misil pemberontak di Laut Merah, Yaman. Insiden tersebut adalah yang kedua kali terjadi dalam satu pekan terakhir. Pada Minggu 9 Oktober 2016, USS Mason juga hampir menjadi korban dua buah misil Houthi di wilayah yang sama. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya telah menghentikan program rahasia Badan Intelijen Pusat ...