Home > Ragam Berita > Nasional > TPDI Curigai SBY Lindungi Orang Penting Dalam Kasus Kematian Munir

TPDI Curigai SBY Lindungi Orang Penting Dalam Kasus Kematian Munir

Jakarta – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sebagai pihak yang pertama yang harus dimintai pertanggungjawaban jika keberadaan dokumen Tim Pencari Fakta Kasus Munir sebagai dokumen negara tidak ditemukan keberadaannya. Hal tersebut yang dikatakan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus.

TPDI Curigai SBY Lindungi Orang Penting Dalam Kasus Kematian Munir

“Jika hasil investigasi TPF kematian Munir tidak ditemukan di Sesneg dan tidak diketahui lagi keberadaannya, maka orang pertama yang harus dimintai pertanggungjawaban secara pidana adalah SBY yang waktu itu sebagai Presiden telah menerima dokumen hasil investigasi tersebut,” kata Petrus di Jakarta, Sabtu (22/10/2016).

Petrus menambahkan bahwa Yusril Ihza Mahendra dan Sudi Silalahi sebagai pejabat Menteri Sesneg dan Seskab masa pemerintahan SBY telah mengaku bahwa dokumen temuan hasil investigasi TPF kematian Munir telah diterima oleh Presiden SBY. Namun, Petrus mengungkapkan bahwa SBY tidak pernah umumkan dan tidak serahkan dokumen tersebut untuk disimpan oleh Mensesneg.

“Tindakan SBY tersebut harus dipandang sebagai bukti bahwa SBY-lah satu-satunya yang harus bertanggung jawab jika dokumen negara yang sangat sensitif dan berharga itu hilang dan tidak ada yang mau mengaku di mana keberadaannya,” tandas dia.

Petrus mengatakan bahwa TPDI memberi waktu 14 (empat belas) hari kepada SBY untuk menjelaskan secara resmi kepada negara di mana dokumen TPF kematian Munir disimpan dan mengapa hal tersebut tidak dimumkan ke masyarakat. Penjelasan dari SBY nantinya akan dijadikan dasar untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut lagi.

“Publik bisa saja menduga bahwa sikap diam SBY dan tidak segera mengumumkan temuan TPF kematian Munir mengindikasikan bahwa SBY sesunggguhnya sedang melindungi orang penting di internal Inteligen Negara yang diduga terlibat dalam kasus kematian Munir,” pungkas dia.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Program Ok Otrip Resmi Dirilis Pemprov DKI

Program Ok Otrip Resmi Dirilis Pemprov DKI

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemorov) DKI Jakarta menggelar acara soft launching program one karcis one ...