Home > Ragam Berita > Nasional > Komisi III DPR : Berlibihan bila Pemberitaan Dokumen Munir Bergerser ke Politik

Komisi III DPR : Berlibihan bila Pemberitaan Dokumen Munir Bergerser ke Politik

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angakat bicara. Hal tersebut terkait dengan hilangnya dokumen investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) tentang terbunuhnya aktivis HAM Munir Said Thalib. Beberapa pihak pun menilai SBY harus bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Komisi III DPR : Berlibihan bila Pemberitaan Dokumen Munir Bergerser ke Politik

SBY mengaku terus mengamati pemberitaan media massa dalam dua pekan terakhir yang menurutnya isu tersebut sudah bergeser ke arah politis.

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menilai berlebihan jika pemberitaan dokumen TPF Munir bergeser ke arah politis.

“Itu kan hasi keputusan peradilan Komisi Informasi Pusat (KIP). Ada gugatan dari LSM KontraS untuk membuka dokumen itu. Akhirnya sudah diputus oleh KIP. Kalau dikatakan ada unsur politis kasihan dong KIP yang merupakan lembaga independen,” kata Masinton pada Rabu (26/10/2016).

Karena dokumen tersebut telah diberikan oleh TPF kepada negara melalui presiden, maka pihaknya mendorong Kejaksaan Agung yang sudah diperintahkan Presiden Jokowi untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

Baca juga: Gerindra Berharap Terbangun Kosistensi Konsep Pemerintah dan Putusan MK

“Sekarang Kejaksaan Agung selesaikan saja. Toh Kejaksaan Agung punya instrumennya kok untuk menyelesaikan itu,” tukasnya.

Pemberitaan ini diawali dari hasil Majelis Komisioner KIP yang memutuskan hasil investigasi TPF kasus Munir harus diumumkan kepada publik. Pustusan sengketa informasi itu teregister dengan nomor 025/IV/KIP-PS/201/ dengan pemohon KontraS dan termohon adalah Kemensetneg. Namun belakangan Kemensetneg mengakui tidak menguasai dokumen tersebut. Alhasil Presiden Jokowi menugaskan Kejaksaan Agung untuk mencari keberadaan dokumen TPF itu. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

GNPF-MUI Membantah Meminta Bertemu Dengan Jokowi

GNPF-MUI Membantah Meminta Bertemu Dengan Jokowi

Jakarta – Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir membantah anggapan yang menyebutkan bahwa pihaknya meminta untuk ...