Home > Ragam Berita > Nasional > Jika Mundur, Ahok Terancam Hukuman Pidana 2 Tahun Penjara

Jika Mundur, Ahok Terancam Hukuman Pidana 2 Tahun Penjara

Jakarta – Sumarno selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengingatkan setiap calon yang ingin mundur sebagai calon di Pilgub DKI.

Jika Mundur, Ahok Terancam Hukuman Pidana 2 Tahun Penjara

Sumarno mengungkapkan, apabila seseorang yang telah ditetapkan sebagai calon kepala daerah mundur dari pencalonannya, yang bersangkutan terancam hukuman pidana.

Hal tersebut dikatakannya sesuai peraturan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 191.

“Dia diancam paling rendah 24 bulan (penjara), paling lama 60 bulan dengan denda paling rendah Rp 25 miliar, paling tinggi Rp 50 miliar,” paparnya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2016).

Oleh karena itulah, Sumarno berharap agar tidak ada pihak yang menginginkan mundurnya seorang calon gubernur maupun calon wakil gubernur. Mengingat tuntutan pidana yang tinggi jika kabur.

“Biarkan proses ini terus berjalan. Toh proses hukum terus berjalan. Kita ikuti saja proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Baca juga: Warga Yang Menjadi Saksi Aksi Penolakan Ahok Tak Penuhi Panggilan Banwaslu

Seperti yang telah diketahui, belakangan cagub nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai diserang desakan mundur dari pencalonan pemimpin ibu kota. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

FUI Menilai Universitas Kristen Tidak Pantas Memuat Gambar Mahasiswi Berhijab

FUI Menilai Universitas Kristen Tidak Pantas Memuat Gambar Mahasiswi Berhijab

Yogyakarta – Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta mendesak manajemen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menurunkan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis