Home > Gaya Hidup > Kesehatan > 6 Tanda Terjadi Pembekuan Darah yang Berbahaya

6 Tanda Terjadi Pembekuan Darah yang Berbahaya

Jakarta – Proses pembekuan darah amatlah penting saat terjadi pendarahan. Sebaliknya, pembekuan darah juga bisa menjadi berbahaya pada kondisi tertentu, terlebih jika terbentuk di vena dalam dekat otot.

6 Tanda Terjadi Pembekuan Darah yang Berbahaya

Dijelaskan Luis Navarro, pendiri The Vein Treatment Center di New York, seperti dilansir dari metrotvnews.com, Minggu (27/11/2016), saat gumpalan darah terbentuk dalam sistem yang lebih dalam ini, mereka bisa menyakitkan dan sangat berbahaya.

Pembekuan ini sering disebut depp vein thrombosis atau DVT. Kondisi ini seperti menghambat perjalanan darah dan menyebabkan sirkulasi darah mengalami kemacetan sehingga mencegah darah mengalir ke seluruh bagian tubuh.

Kondisi ini bisa menjadi serius jika DVT menjauh dari tempat aslinya dan berpindah ke paru-paru Anda. Ini bisa menyebabkan pulmonary embolism (PE), pembekuan yang mencegah organ-organ vital mendapatkan oksigen dan darah yang mereka butuhkan.

PE dapat merusak paru-paru dan organ lainnya sehingga bisa berakibat fatal bagi tubuh. Karenanya, sangat penting mengenali gejala pembekuan darah karena beberapa dari Anda sering mengalaminya tanpa disadari.

Berikut tanda-tanda telah terjadi pembekuan darah yang berbahaya pada tubuh Anda:

1. Bengkak di satu tungkai

Kaki atau lengan yang bengkak merupakan salah satu tanda paling umum DVT. Gumpalan darah dapat memblokir aliran darah sehat di kaki dan darah dapat menggenang di belakang gumpalan dan ini menyebabkan bengkak. Bengkak pada kaki bisa saja normal jika memang terjadi dalam beberapa kondisi. Namun, jika tungkai kaki atau tangan membengkak dengan cepat dan dibarengi rasa sakit, bisa jadi itu tanda DVT.

2. Kaki atau lengan sakit

Biasanya, sakit DVT terjadi berbarengan dengan gejala lain seperti bengkak atau kemerahan. Tetapi, ini juga dapat terjadi secara tunggal. Sayangnya, rasa sakit dari gumpalan darah dapat dengan mudah keliru ditengarai sebagai kram otot atau otot
tegang. Nyeri DVT bisa terjadi ketika Anda berjalan atau melenturkan kaki ke atas.

3. Garis-garis merah di kulit

Benar bahwa memar adalah jenis gumpalan darah dan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Tetapi Anda tidak bisa melihat DVT
seperti memar. Biasanya, Anda akan melihat beberapa perubahan warna memar seperti garis-garis merah di sepanjang pembuluh
darah Anda dan membuat lengan atau kaki terasa hangat saat disentuh.

4. Nyeri dada

Sebuah nyeri di dada dapat membuat Anda berpikir tentang serangan jantung, tetapi ini bisa jadi tanda pulmonary embolism (PE) atau nyeri dada. Namun, PE cenderung lebih tajam dan menusuk serta terasa memburuk ketika Anda mengambil napas dalam-dalam. Serangan jantung seringkali terpancar dari daerah atas tubuh seperti bahu, rahang atau leher.

5. Sesak napas atau detak jantung cepat

Pembekuan darah di paru-paru menghambat aliran oksigen. Ketika oksigen rendah, detak jantung Anda lebih cepat dan Anda kesulitan bernapas. Anda mungkin juga merasa lemas atau pingsan.

Baca juga: Waspadai Dada Sakit Ketika Berlari

6. Batuk tanpa sebab

Batuk yang disertai dengan sesak napas, detak jantung cepat atau nyeri dada bisa jadi tanda pulmonary embolism. Batuk akan kering tapi terkadang beberapa orang akan mendapatkan batuk lendir atau darah. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Bercinta Saat Weekend Mampu Menangkal Stres di Hari Senin

Bercinta Saat Weekend Mampu Menangkal Stres di Hari Senin

Jakarta – Untuk pasangan yang sudah jarang bercinta, tak ada salahnya melakukan hubungan seks dengan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis