Home > Ragam Berita > Nasional > Sejumlah Ulama Prihatin Dengan Pelayanan Pemkab Bangkalan Yang Dinilai Semrawut

Sejumlah Ulama Prihatin Dengan Pelayanan Pemkab Bangkalan Yang Dinilai Semrawut

Jakarta – Macetnya pelayanan birokrasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Bangkalan sejak awal Januari 2017 ini membuat masyarakat resah. Hal tersebut lantaran disebabkan Kepala SKPD hasil SO baru belum terisi. Sedangkan masa jabatan kepala SKPD sudah tidak berlaku di awal tahun Januari 2017.

Sejumlah Ulama Prihatin Dengan Pelayanan Pemkab Bangkalan Yang Dinilai Semrawut

Sejumlah Ulama Ikut Berkomentar Terkait Pelayan Pemkab Bangkalan yang Macet

Selain itu, tak sedikit dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah naungan Pemkab Bangkalan, belum menerima gaji sejak awal bulan. Hal tersebut memicu munculnya komentar dari para ulama kharismatik Bangkalan. KH Syafik Rofi’i menilai, kondisi birokrasi pemerintah di Bangkalan saat ini tergolong akut.

“Kondisi ini sangat amat parah. Sampai-sampai semua PNS di Bangkalan tidak menerima gaji. Ada apa ini,” ujarnya balik bertanya.

Oleh sebab itu, politisi senior Bangkalan ini, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Bangkalan, agar turut ikut mencari solusi perihal kesemrawutan roda pemerintah Bangkalan yang terjadi sekarang ini.

“Saya berharap, LSM dan organisasi kemasyarakatan harus mengambil langkah konkrit untuk menyelamatkan Bangkalan. Khusus DPRD untuk segera melakukan hak dan fungsinya sebagai wakil rakyat. DPRD kan punya hak interpelasi, ya gunakan itu untuk menyelamatkan Bangkalan. Semua fraksi termasuk gerindra harus ikut menyelamatkan,” terang mantan Wabup Bangkalan ini, pada senin (09/01/2017).

Selain itu, ulama yang akrab disapa Ra Syafik tersebut meminta kepada para kiai dan ulama Bangkalan agar bertemu dalam satu meja guna membahas problematika yang tengah menghantui birokrasi pemerintahan Bangkalan.

“Ayo para bani Kholil ini segera duduk bersama untuk menyelamatkan kepentingan masyarakat Bangkalan,” tambahnya.

Pernyataan senada ternyata juga turut disampaikan oleh KH Imam Buchari Khalil. Pengasuh Ponpes Ibnu Kholil Bangkalan tersebut memiliki jalan keluar dalam menyikapi kondisi Bangkalan yang terjadi saat ini.

“Sesama putra Bangkalan tidak harus saling menyalahkan. Cukup semua elemen Bangkalan, baik DPRD atau Pemkab menggunakan fungsinya masing-masing. Untuk elemen masyarakat harus membangun kesadaran agar hak-hak sipil itu harus tetap disuarakan,” terang Ra Imam-paggilan akrabnya, Senin (09/01/2017).

Sedangkan, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Bangkalan, KH Nashih Aschal juga menghimbau kepada seluruh elemen Bangkalan mulai dari masyarkat, DPRD, mahasiswa dan ulama untuk bergerak serentak dalam melakukan perbaikan terhadap pemerintahan Bangkalan yang saat ini sedang kacau total.

Baca Juga : Ahok Heran Ada Orang Yang Mau Beli Buku Dengan Tandatangannya Seharga Rp 5 Juta

“Kalau ada yang tidak mau bergerak memperbaiki Bangkalan berarti bukan rakyat bangkalan,” dawuhnya singkat, Senin (9/1/2017).

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Akan Gratiskan Tarif Exit Tol Cikarang Utama Sebagai Alternatif Terakhir Urai Kemacetan

Polisi Akan Gratiskan Tarif Exit Tol Cikarang Utama Sebagai Alternatif Terakhir Urai Kemacetan

Purwakarta – Sebagai alternatif terakhir mengurai kemacetan pada arus balik di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, ...